Kasus ODHA di Rembang Meningkat, Lasem Tertinggi Pengidab HIV-AIDS,

0
119
foto : Ilustrasi

REMBANG, BM – Kasus orang Dengan HIV / AIDS (ODHA) di Kabupaten Rembang terus mengalami peningkatan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang mencatat ada 700 orang masyarakatnya yang mengidap HIV-AIDS. setiap tahun jumlahnya mengalami peningkatan, khususnya pada tahun 2019 ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Dari penderita HIV-AIDS yang dilaporkan meninggal, jumlah total sejak dihitung 2004 ada 182 orang. sedangkan untuk tahun ini jumlahnya masih nihil.

Sementara kasus selama tahun 2018 kemarin tercatat ada  sebanyak 577 kasus. namun mengalami peningkatan dihitung per bulan November tahun ini karena bertambahnya pengidap.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang Johanes Budhiadi Dewantoro atau Jhon Budi dalam sosialisasi penanggulangan dan pencegahan  HIV – AIDS, di aula lantai 4 gedung Bupati Rembang.

Jhon Budi mengatakan, pada tahun 2018 kemarin tercatat ada 577 kasus di Rembang. dari bulan November kemarin, sudah di angka 700 kasus. artinya ada kenaikan mencapai 21 persen atau 123 kasus.

Jhon Budi menambahkan Kecamatan dengan kasus tertinggi adalah Kecamatan Lasem, dari jumlah penambahan 123 kasus tahun ini, 100 kasus di antaranya ditemukan di wilayah Kecamatan Lasem. karena mencapai 100 kasus. sedangkan penyakit HIV-AIDS paling banyak sumbernya dari laki-laki. sehingga perempuan sebagai ibu rumah tangga kebanyakan tertular dari suaminya.

“tentang prinsip rumus 3 M, man, mobile, money, ini tidak bisa dihilangkan di wilayah Lasem. Laki-laki pegang duit, keluyuran pasti resikonya besar, di Lasem banyak sopir,” terangnya.

Sementara itu Abdullah Zawawi, Asisten Ekbang Kesra Sekda Rembang, menjelaskan untuk mencegah makin meningkatnya temuan kasus HIV-AIDS di Rembang perlu dukungan lintas program, peran serta masyarakat dan akses layanan kesehatan.

Kemenkes dan para mitranya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meraih sukses 3 zero pada tahun 2030. Cita-cita mencapai 3 zero pada tahun 2030 tidak akan tercapai tanpa dukungan lintas program dan masyarakat.

“Kesuksesan dapat terwujud dengan didukung akses layanan kesehatan berkualitas tinggi supaya pencegahan pendampingan dan dukungan tanpa adanya stigma dan diskriminasi,” pungkasnya. (Minan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here