Aktivis LAKSI Tantang Ketua KPK Baru, Ungkap Kasus I Wayan Koster Soal Wisma Atlit

0
228
Foto : Kompresi Pers Aktivis LAKSI di Depok, Kamis (26/12/2019).

DEPOK,BM – Aktivis Lembaga Advokasi Kajian Strategis Indonesia (LAKSI) kembali melanjutkan dan menuntaskan kasus wisma atlit yang tidak kunjung selesai, dalam kasus tersebut banyak menyeret anggota DPR-RI, kasus yang sempat  heboh pada tahun 2012 lalu belum terselesaikan.

Dikatakan, Aktivis LAKSI Azmi Hidzaqi, hingga saat ini KPK tidak berani mengungkap kasus yang melibatkan I Wayan Koster, untuk itu dirinya bersama LAKSI menagih janji Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjadi ujung tombak pemberantasan korupsi di Indonesia.

“Kami meminta KPK berani mengungkap kembali kasus ini, karena banyak sekali keterlibatan anggota DPR-Ri dalam kasus Wisma Atlit ini,” Kata Azmi, Kamis (26/12/2019).

Selain itu, Kata Azmi, ia menilai selama ini KPK tidak serius dan tidak ada iktikad baik untuk menuntuntaskan kasus korupsi wisma atlit ini.

“Kami mempertanyakan kinerja KPK dalam menuntaskan kasus dugaan korupsi  I Wayan Koster. Terlebih kasus suap pembahasan anggaran di Kemendiknas dan Kemenpora,” ucapnya.

Lanjutnya, dugaan korupsi yang melibatkan I Wayan koster ini, terdapat dalam beberapa kasus dengan  Permai Grup. Fakta atas dugaan keterlibatan Wayan mencuat saat persidangan perkara kasus korupsi pembangunan Wisma Atlet Palembang, serta kasus korupsi penggiringan anggaran proyek di Kemdiknas dan Kemenpora, yang salah satunya melibatkan beberapa anggota DPR RI komisi X,

Ditambahkannya, dua perkara tersebut diketahui mencuat sekitar tahun 2012-2013 lalu. I Wayan Koster saat itu diketahui menjabat sebagai pimpinan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI.‎ Dugaan keterlibatan dan turut serta dalam menerima aliran dana pembangunan wisma atlit telah di ungkapkan  dari perusahaan Permai grup.

“I Wayan Koster sendiri sudah berulang kali diperiksa penyidik KPK terkait sejumlah kasus korupsi. Diantaranya kasus korupsi penggiringan anggaran proyek di Kemdiknas dan Kemenpora,” jelasnya.

Dijelaskannya, bahkan di dalam surat dakwaan KPK terhadap Angelina Sondakh disebutkan bahwa I Wayan Koster saat menjabat Wakil Koordinator Pojka Komisi X menerima uang sebesar Rp5 miliar dari Permai Group.

Pemberian uang itu, ungakap Azmi, untuk membantu Angelina Sondakh, selaku anggota Komisi V, untuk muluskan pembahasan anggaran Wisma Atlet SEA Games di Kemenpora

“Atas dasar itulah maka kami meminta KPK agar membuka kembali kasus tersebut sehingga rasa keadilan masyarakat terhadap penegakan hukum dapat pulih kembali,” Pungkasnya. (Rls/Budi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here