DPMK Bener Meriah Gelar Rapat Koordinasi TIK Dan PID

0
30
Sekertaris DPMK Bener Meriah Iwan Pasha, Sedang Memberikan Sambutan pada acara Rapat Koordinasi TIK Dan PID

Redelong – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Bener Meriah gelar rapat koordinasi Tim Inovasi Kabupaten (TIK), terkait Program Inovasi Desa (PID) bersama para  Pendamping Desa (PD), PLD, Camat, yang dilaksanakan di Gedung Empu Beru Bener Meriah, Jum’at (27/12/2019).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Bener Meriah Drh Sofyan dalam Sambutannya yang diwakili Seketarisnya Iwan Fasha menyampaikan, kegiatan yang kita laksanakan di penghujung tahun 2019 ini dengan sasaran pemanfaatan atau sasaran bahwasanya tim yang ada di kecamatan melalui Pendamping Desa (PD) dan PLD agar memaksimalkan dan mengoptimalkan regulasi inovasi terkait dengan tatanan anggaran Desa.

Iwan Fasha melanjutkan, terkait ini juga, tadi juga kami sampaikan kedatangan World Bank, kerena seminggu yang lalu dari Kementerian Dalam Negeri datang ke Bener Meriah ingin melihat riil keadaan Kabupaten Bener Meriah sejauh mana sudah pengelolaan anggaran Dana Desa dan sejauh mana masalah-masalah yang dihadapi aparatur Kampung, pendamping desa tim yang ada di Kabupaten Bener Meriah. Sebutnya

“Kehadiran mereka di Bener Meriah selama tiga hari yang lalu yakni  mengunjungi Desa Bumi Ayu dan Desa Sumber Jaya Kecamatan Timang Gajah. Mereka langsung turun kelapangan mewawancarai satu persatu aparatur Kampung terkait item-item  yang mereka butuhkan dalam melaporkan nantinya ke World Bank”

Menurut Iwan Fasha, adapun beberapa saran ataupun item yang disampaikan kepada kami dari hasil kunjungan mereka di antaranya, data pordeskel itu tidak seluruhnya dipakai dalam bahan perencanaan, tapi seharusnya data itu menunjukan bahwa data itu berasal dari pordeskel (profil desa dan kelurahan).

Mereka juga menyebutkan, pemahaman masyarakat kita belum 100 persen memahami makna dari dana desa itu, dan sejauh mana pemanfaatn dana desa itu, serta sejauh mana harapan kita terhadap kucuran dana desa. Untuk itu diharapkan kedepan mudah-mudahan dapat merubah  desa itu menjadi desa yang mandiri yang mampu bertahan tampa bantuan dana apapun kedepan nantinya, terang Seketaris DPMK Bener Meriah itu.

Mereka juga menyampaikan kepada kami, kita punya peluang menjadi lokus atau pun objek dari world Bank tetapi tidak di tahun 2020,  karena tahun 2020 sudah ada desa-desa yang dipantau world Bank. Insya Allah kita dapat kesempatan di tahun 2021  di gelombang ke II . Yaitu menjadi lokus World Bank secara pembinaan secara kapasitas dan pengolahan anggaran dana desa.

“Nantinya  disharingkan mereka dalam  membantu masyarakat dan kebijakan ataupun pemangku kebijakan dana desa ini dalam melaksanakan regulasi-regulasi pelaksanaan dana desa.”

Ia berharap, dengan kegiatan ini program inovasi yang dilaksanakan di desa nanti bisa merubah wajah desa, kemandirian desa, dan mempersingkat tatacara birokrasi dalam mengembangkan inovasi di desa-desa. Ungkap Iwan Fasha. (Man)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here