KPK, Beberapa Kasus Sudah Masuk Ranah Penyidikan Kejati Bengkulu

0
844
Foto: Ketua Umum Pengurus Harian FPR beserta Sekjen didampingi kuasa Hukumnya Holim Kimshu, SH.

Jakarta, BM online – Beberapa Kasus dugaan korupsi yang telah dilaporkan FPR ke KPK, diantaranya pengamanan abrasi Kabupaten Mukomuko dengan nilai Rp. 87 Milyar yang bersumber dari APBN, proyek tersebut berada di pasar Desa Ipuh, proyek pengadaan Alkes Rejang Lebong dengan nilai proyek Rp. 17,2 Milyar yang dianggarkan tahun 2017, serta Kasus Pembangunan Jetty Dan Kampayer (Bongkar Muat Batu Bara), di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu Dengan Anggaran 90 Milyar Hingga Sekarang Tidak Selesai Pembangunannya Namun Sudah Dibayar 100% , saat ini sudah masuk dalam Penyelidikan Kejati Bengkulu.

“hal tersebut disampaikan langsung oleh inisial (P) salah Satu staf  informasi pengaduan Masyarakat (Dumas-KPK), melalui via telpon genggam pukul 15.32 wib tanggal 09/01/20,” Ujar Rustam Ependi kepada wartawan BM online 09/01/20

Rustam Ependi mengatakan, dalam Pembicaraan singkat tersebut pihak Dumas KPK (P) mengabarkan bahwasanya kasus tersebut saat ini sudah diranah Kejaksaan Tinggi Bengkulu dan dalam penyidikan pihak Kejaksaan. Tambah (P) Kira-kira Apalagi Informasi yang perlu ditanyakan ?, Ketua Front Pembela Rakyat mengatakan “mungkin Cukup Bu nanti apabila ada yang perlu di konfirmasikan kami akan  langsung berdiskusi dengan pihak KPK.

Menanggapi telpon tersebut Ketua Umum harian FPR menegaskan, “Kami dari Front Pembela Rakyat tetap mengacu pada azas praduga tak bersalah, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk sama-sama mengawal dan mengawasi proses hukum yang sedang berjalan” tutup Rustam. (CWDKI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here