Ritual Wilujengan Keraton Sejagat di Desa Pogung Juru Tengah, Purworejo, Gegerkan Warga

3
31531
Foto : Inilah para wanita dan pria berbaju ala keraton mengikuti Kirab Wilujengan Keraton Agung Sejagat di Desa Pogung Jurutengah, Purworejo, pada Jumat (10/01/2020), kemarin. (Foto-foto = *Istimewa dari berbagai sumber). (Hery Priyantono).

PURWOREJO,BM – Ritual Agung Keraton Sejagat yang digelar di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, pada Jumat (10/01/2020) siang kemarin, menggemparkan warga media sosial di Purworejo.

Banyak yang menduga kegiatan itu ilegal dan tak berijin. Namun kebanyakan justru menanyakan kepada Pemkab Purworejo untuk memberikan jawaban atas kegiatan tersebut.

Salah satu warga Purworejo, Pardi mengaku heran dengan kegiatan itu. “Yang ingin kami tanyakan bagaimana  sikap Pemkab Purworejo tentang kegiatan itu. Kok sepertinya tidak ada pejabat setempat yang mengikutinya” ucapnya.

Pardi sendiri mengaku mengetahui acara tersebut melalui video rekaman dan foto-foto dari beberapa teman yang kebetulan menyaksikan langsung acara ritual ala kerajaan tersebut. “Saya dapat video dan foto-foto ritual ala kerajaan di Desa Pogung Jurutengah dari grup-grup WhatsApp,” akunya.

Salah satu pemilik Akun Facebook bernama Zhoepryanto Vanili, mengaku mendapat informasi dari warga bahwa di Desa Pogung Jurutengah memang ada komunitas yang menganut ajaran Keraton Agung Sejagat yang dipimpin oleh Seorang Kaisar.

“Mereka meyakini jika nusantara ini dipimpin oleh seorang kaisar yang akan memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya. Sebab, masih ada harta karun yang tersimpan di Bumi Indonesia dan yang bisa mengambilnya adalah Kaisar Keraton Agung Sejagat dari Desa Pogung Jurutengah Purworejo,” begitu tulis Zhoe di komen grup Facebook Purworejo.

Sebelum kirab prajurit dilaksanakan Upacara terlebih dahulu. (Foto dari berbagai sumber).

Dalam video dan foto-foto yang beredar, kegiatan kirab ala keraton itu nampak cukup mewah. Pasukan ala prajurit keraton mengenakan baju seragam keraton baik prajurit pria dan prajurit wanita. Tampak juga seorang pria dan wanita berpakaian ala kaisar duduk diatas kuda. Sebelumnya dilaksanakan Upacara Keraton yang diikuti oleh para prajurit.

Sementara itu Kasat Intel Polres Purworejo, AKP Ngatimin, saat dikonfirmasi Wartawan BM, menegaskan bahwa kepolisian tidak memberikan ijin atas kegiatan di Desa Pogung Jurutengah tersebut. “Kami tidak mengeluarkan ijin kegiatan Kirab Keraton Agung di Desa Pogung Jurutengah tersebut,” ungkap AKP Ngatimin, Sabtu (11/01/2020) malam tadi. (Hery Priyantono).

3 KOMENTAR

  1. Sekitar 10 th lalu saya sudah mendengar berita dan kegiatan serupa. Saya pikir orang-orang yang melakukan kegiatan napak tilas nusantara dengan visi misi dan bahkan dengan alur cerita yang sama sudah berhenti dari kegiatan ini. Ternyata masih terus ada pengikutnya. Dan betul-betul di “nyata” kan. Menurut mereka -orang yang pernah cerita pada saya-, cerita ini sebetulnya sangat mashur di kalangan pemerintahan dan rakyat “terpilih”.

  2. Semakin banyak yang berani menampakkan diri. Ujung2nya uang dan harta pengikut yang dipakai. Pengikut tambah miskin pokoknya. Kuatir seperti kanjeng dimas di pasuruan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here