Ini Alasan Kanjeng Sinuwun Keraton Agung Sejagat Berdiri di Purworejo

0
8658
Foto : Kanjeng Sinuwun Keraton Agung Sejagat. (Hery Priyantono)

PURWOREJO, BM – Keraton baru dengan nama Keraton Agung Sejagad, kini muncul di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Keraton yang dipimpin oleh Kanjeng Sinuwun Rakai Mataram Agung Joyokusumo Wangsa Sanjaya, Sri Ratu Indratanaya Hayuningrat Wangsa Syailendra ini, sudah melakukan kegiatan keraton mereka.

Wartawan Berita Merdeka Online yang bertugas di Purworejo, Minggu (12/01/2020) mendapat kesempatan berada disana dan mendapatkan banyak penjelesan soal keberadaan Keraton Agung Sejagat ini.

Menurut Kanjeng Sinuwun Keraton Agung Srjagad (KAS) bahwa kekayaan alam Indonesia  berada di kawasan Eropa. Jika Indonesia akan makmur kekayaan tersebut harus di kembalikn ke Indonesia.

Pada Hari Jumat (10/01/2020) lusa, adalah kegiatan Wilujengan Keraton Agung Sejagat. Makna yang dikandung, yakni, menyambut kedatangan Sri Maharatu (Maharaja) Jawa kembali ke tanah Jawa, setelah berakhirnya perjanjian 500 tahun, terhitung sejak hilangnya Kemaharajaan (Keraton-keraton Pharaoh) Nusantara (Sundaland-Atlantim),  yaitu Imperium Majapahit pada tahun 1518AC sampai tahun 2018 AC.

“Perjanjian 500 tahun itu dilaksanakan oleh Dyah Ranawijaya sebagai penguasa terakhir Imperium Majapahit dengan Portugis sebagai wakil orang-orang barat (bekas koloni kekaisaran Romawi) di Malaka pada tahun1518 AC,” beber Kanjeng Sinuwun, di Gedung Sasono Sri Ratu Indratanaya, petang tadi.

Foto : Suasana saat jelang Sidang Keraton Agung Sejagat di Gedung Sasono Sti Ratu Indratanaya, petang tadi. (Hery Priyantono)

Dengan berakhirnya kekaisaran tersebut, berakhir pula dominasi kekuasaan orang-orang barat, mengontrol bumi yang di dominasi oleh United States of America (USA) setelah Perang Dunia II.

“Oleh karena itu, maka kekuasaan tertinggi dunia harus dikembalikan kepada pemiliknya, yaitu Keraton Agung Sejagat di Purworejo, (Kekaisaran Dunia, Kekaisaran Bumi dan Kekaisaran Matahari). Keraton Agung Sejagat inilah sebagai Penerus dan Pelanjut dari Pharaoh Dinasti XXXVI Penguasa Kekaisaran (716-1518 AC) periode Nusantara (Atlantic-Sundaland) III, Medang-Majaoahit (Dibasti Sanjaya-Dinasti Syailendra),” beber Kanjeng Sinuwun. (Hery Priyantono)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here