Bupati Bener Meriah Akan Keluarkan Qanun Larangan Berburu Burun

0
116

Redelong, BM online – Semakin maraknya  pemburuan burung yang mengunakan senapan angin dan penebangan pohon di kawasan Bur Origon Tingkem, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, kelompok sadar wiasata (Pokdarwis) Tingkem mendesak Pemkab Bener Meriah membuat regulasi larangan memburu. 

Selain itu, Pokdarwis Tingkem juga meminta keseriusan pemerintah menangani pencemaran lingkungan dan perambahan hutan di kawasan tersebut. 

Hal itu disampaikan Novriandi Ketua Pokdarwis Tingkem, selasa (14/1/2020) disela-sela acara gerakan pencanangan Hari Sejuta Pohon.

”Selama ini kita melihat belum jelasnya atau tidak pedulinya pemerintah dalam menerbitkan aturan atau regulasi terkait penggunaaan senapan angin oleh masyarakat, akibatnya pemburuan terhadap burung semakin marak,” ujar Novri.

Oleh karena itu, dalam kesempatan acara memperingati Hari Sejuta Pohon Sedunia yang digagasi Pokdarwis Tingkem bertema “sara kayu kin sara harapen“ yang berlangsung selama dua hari (11-12 Januari 2020). Kegiatan itu berisi di antaranya, penanaman pohon, kemping dan api unggun, ngopi bersama kabut Bukit Origon. 

Menurut Novri, ide awal menyiapkan atau mengembalikan semangat masyarakat tentang arti kayu (pohon) itu, karena tanpa kita sadari kayu ini memiliki sumber kehidupan yang luar biasa. Namun masyarakat umum secara globalnya belum mengetahui pentingnya kayu itu.

“Kita berharap terwujud kesepahaman pentingnya menjaga kelestarian endemik di kawasan Origon ini,” ujar Novriandi.

Sementara itu,  Bupati Bener Meriah Tgk H Sarkawi usai melakukan penanaman pohon di Origon tersebut, menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan membuat peraturan bupati (perbub) atau qanun terkait pengunaan senapan angin.

“Kita mengamati fenomena yang terjadi di beberapa  tempat kerusakan pada buah kopi, salah satunya mungkin berkurangnya predator alami bagi  hama-hama yang muncul di situ kemudian tidak terkendali. Sebetulnya itu bisa teratasi ketika burung-burung banyak di kebun. Namun masalahnya saat ini petani kita saat ke kebun banyak membawa senapan angin,“ papar Abuya Sarkawi.

Lanjut Abuya Sarkawi, kita tidak melarang petani kita membawa senapan angin tapi untuk kebutuhan lain bukan untuk membunuh burung, untuk itu kita menghendaki burung ini bisa kita jaga. Untuk itu kita akan mengeluarkan qanun atau perbub, kata Sarkawi. (man)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here