Diterjang Banjir Besar, Warga Desa Sudo Berhamburan Keluar Menyelamatkan Diri

0
2167
Foto : Tampak Tim SAR dan warga Desa Sudo, saat melakukan simulasi penyelamatan korban bencana banjir. Rabu (15/1/2020). (Muhammad Minan Bashori).

REMBANG, BM – Ratusan warga Desa Sudo, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang Jawa Tengah, berhamburan keluar menyelematkan diri, dikarenakan banjir besar melanda desa Sudo, membuat belasan rumah warga terendam banjir, dan ada salah satu warga yang meninggal dunia akibat hanyut terseret arus banjir yang terjadi pada hari, Rabu (15/1/2020) pagi.

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi warga yang menjadi korban bencana, kemudian dibawa menuju tempat pengungsian. dan mendapatkan penanganan medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang.

Namun, itu semua hanyalah rangkaian simulasi yang sengaja digelar oleh Polres Rembang, yang berlangsung digelar di waduk Banyukuwung Desa Sudo, Kecamatan Sulang, Rembang Jawa tengah, guna melatih kesiapsiagaan, sekaligus sinergitas antar seluruh elemen.

Kegiatan simulasi bencana ini melibatkan personil kepolisian, TNI, BPBD Rembang, dan para relawan Tanggap Bencana (Tagana), Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, PMI, ormas dan Linmas.

Bupati Rembang H. Abdul Hafidz menjelaskan simulasi tersebut sebagai bentuk penegasan kesiapan pemerintah secara terpadu dalam hal penanganan bencana. mengingat Kabupaten Rembang rawan terhadap bencana banjir, tanah longsor, dan abrasi.

“Dari 14 Kecamatan, 9 Kecamatan diantaranya adanya gunung, jadi kerawanan longsor perlu diantisipasi, dan laut kita panjangnya 63 kilo meter, rawan abrasi,” ungkapnya.

“Ini sebagai bentuk kesiap siagaan pemerintah secara terpadu bersama TNI, Polri, dan para relawan. Kami sudah siap segalanya. Tapi semoga tidak terjadi apa-apa di Rembang,” tambahnya.

Kapolres Rembang AKBP Dolly A. Primanto mengatakan, kegiatan simulasi kali ini yang dilakukan meliputi pertolongan bencana banjir yang dikemas seperti bencana sungguhan, sehingga ketika terjadi bencana jangan sampai saling menunggu, pada simulasi kali ini menunjukan semua pihak terlihat kompak.

“Penanggulangan bencana sebuah proses yang dinamis. Kebijakan penanggulangan bencana merupakan prioritas tinggi pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat. Terutama pemerintah utamanya daerah yang rawan bencana,” jelasnya.

Pada simulasi kali ini melibatkan ratusan masyarakat Desa Sudo, mereka mendirikan posko pengungsian, dapur darurat, sampai menerjunkan kapal karet untuk evakuasi warga yang terjebak banjir. (Minan).

Penulis : Minan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here