Warga Samadua Harapkan Jembatan Gantung Dibangun Kembali

0
160

Tapaktuan, BM online – Paska ambruknya jembatan gantung yang menghubungkan Desa Subarang dan Desa Madat, Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan, mengakibatkan warga setempat. khususnya anak – anak sekolah kesulitan saat pergi dan pulang sekolah.

Menurut keterangan warga setempat, paska ambruknya jembatan, anak – anak sekolah dasar yang tinggal di Gampong Subarang harus membuka sepatu mereka menyeberang sungai untuk pergi dan pulang sekolah.

“Jika sungai meluap mereka terpaksa kami gendong dipundak menyeberang sungai untuk ke sekolah,” ujar Ratini, warga Gampong Subarang, seraya berharap jembatan gantung itu harus segera dibangun lagi untuk memudahkan warga beraktivitas sehari – hari.

Jembatan gantung ini ambruk setelah tali seling penahan jembatan yang sudah berumur 30 tahun itu putus pada Kamis, 10 Oktober 2019 lalu. Diketahui, setiap hari jembatan ini dilintasi ratusan warga dan sepeda motornya dalam menjalankan aktifitas sehari-hari.

Keuchik Gampong Subarang, Dedy Hermanda kepada wartawan, Jum’at (17/1/2020) mengatakan, usia jembatan gantung itu telah berumur 30 tahun. Karena minimnya perawatan, jembatan ambruk kedasar sungai.

“Jembatan gantung ini adalah satu – satunya pendekat jarak antar ke dua desa. Namun setelah ambruk, anak – anak sekolah terpaksa menyeberang sungai menuju ke sekolah,” ungkapnya.

Ia juga berharap perhatian Pemerintah maupun pihak lainnya membangun kembali jembatan gantung tersebut sehingga anak – anak sekolah tak lagi menyeberang sungai saat pergi maupun pulang sekolah.

“Begitu juga jembatan gantung bisa memperdekat jarak hubungan warga di dua desa. Kita sangat berharap sekali jembatan ini gantung segera dibangun,” tutupnya. (ATK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here