Masa Khidmat 2019-2024 se-Kabupaten Batang Resmi Dikukuhkan Bupati Batang

0
70
Foto : Bupati Batang Wihaji saat meresmikan masa khidmat 2019-2024. (Pen-dim 0736).

BATANG,BM – Kepengurusan Majlis Ulama Indonesia (MUI) kecamatan Se-kabupaten Batang untuk masa khidmat 2019-2024 resmi dikukuhkan Oleh Bupati Batang, bertempat di pendopo Kabupaten Batang. Selasa (21/1/2020).

Pada pengukuhan (MUI) Kecamatan Se-kabupaten Batang di hadiri oleh Bupati H. Wihaji, Wakil Bupati  Suyono, Kapolres Batang AKBP Abdu Waras, Dandim 0736/Batang Letkol Kav. Henry RJ Napitupulu, Ketua MUI Batang Kyai H. Zainul Iruqi, Kyai H dan Abdul Faqih dan seluruh Ketua MUI kecamatan serta Pengurus.

Pada kesempatan ini Ketua MUI Batang, Bapak Kyai H. Zainul Iruqi menyampaikan, ” Kepada para Pengurus MUI, Para kyai kecamatan Se-Kabupaten Batang pada pagi hari ini kita kukuhkan bersama. Semoga Pak Bupati akan mengintruksikan kepada para camat agar ngopeni majelis ulama yang ada di kecamatan.

” Bahwa majelis ulama indonesia merupakan mitra pemerintah, kalau boleh di bilang merupakan filhisab, dimana sinergitar MUI dengan pemerintah ini sangat diharapkan sekali. Karena bagaimanapun MUI tidak bisa berdiri sendiri dalam menghadapi tugas tugas kita yang ada di kabupaten Batang ini.

” Kita harus sering berkoordinasi dengan aparat pemerintah. Dimana kita mengemban tidak hanya di bidang pendidikan dan hukum namun juga punya tugas di bidang keagamaan. Bersama pemerintah kita akan memajukan peningkatan Kabupaten Batang di bidang keagamaan. Tutur Kyai H. Zainul Iruqi

Sementara Bupati Batang Wihaji mengatakan, ” Semoga kegiatan pengukuhan pengurus MUI Kecamatan Se Kabupaten Batang berjalan lancar. sudah punya Kapolres baru yang akan membantu pemerintah daerah dengan kewenangannya yang sudah diatur dalam undang-undang, salah satunya menjaga ketertiban, keamanan dan kondusifitas wilayah. Pemerintah daerah tugasnya melayani semua termasuk MUI. “Ucapnya

” Apa yang disampaikan oleh ketua MUI ada tiga hal  yakni Intoleransi yang merupakan dasar yang menjadikan cikal bakal, kalau tidak di kelola dengan baik akan menjadi radikalisme. Radikalisme merupakan cikal bakal, kalo tidak di kelola dengan baik akan menjadi terorisme yang nantinya dapat mengancam negara kesatuan Republik Indonesia. Harga yang paling mahal adalah Persatuan dan Kesatuan. ” Ujar Wihaji

” Terorisme merupakan musuh negara ini menjadi tugas dan tanggung jawab TNI – Polri. Harapan kami pada Da’i,  Para kyai dalam menyampaikan dakwah supaya dapat menyejukkan hati. Pungkas Wihaji. (Pen-dim 0736/Budi)

Penulis : Pen-dim 0736

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here