Inilah Sosok Wartawan BM yang Unggah Pertama Berita Heboh KAS di Purworejo

0
1727
Foto : R. Hery Priyantono Wartawan Beritamerdekaonline.com sosok Pengunggah Berita Pertama Hebohnya KAS. (Budi Supriyanto)

PURWOREJO, BM – Berita hebohnya kemunculan Keraton Agung Sejagat (KAS) membuat semua publik tercengang dan kaget. Bahkan pemberitaan Keraton yang muncul di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo ini, sontak meledakkan perhatian publik setelah rehat perhatian, usai di gelarnya Pesta Demokrasi Pemilihan Presiden (Pilpres) beberapa bulan lalu.

Tak banyak yang tahu siapa sebenarnya sosok pengunggah berita pertama kemunculan KAS di Purworejo, Jateng, ini.

Sosok itu adalah seorang Jurnalis Senior asal Purworejo, yang kini bernaung sebagai Wakil Kepala Perwakilan Berita Merdeka Online untuk wilayah Jateng dan DIY, bernama R. Hery Priyantono.

Hery bercerita tentang kronologis sebelum hingga sesudah karya liputanya menjadi heboh seperti saat ini.

“Kirab yang digelar KAS kan, dilaksanakan pada 10 Januari. Lha saya menulisnya dan mengunggah pertama kalinya sehari setelah kirab itu, yaitu Hari Sabtu (11/01/2020) siang hari,” ucapnya, Kamis (23/1/2020).

Dia mengawali dengan keprihatinannya, saat dia melihat kegalauan publik dunia maya. Usai digelarnya acara Kirab Wilujengan KAS yang menampilkan arak-arakan pasukan berseragam unik nan mewah dan ada dua orang laki-laki dan wanita yang menunggang kuda dengan baju berbeda dan dipayungi oleh pengikutinya tersebut, langsung viral di dunia maya khususnya di media sosial Facebook (FB) Purworejo.

“Jumat (10/01/2020)  malamnya, netizen langsung bereaksi dan bertanya-tanya siapa, apa dan bagaimana semua itu bisa terjadi. Saya penasaran dan terus mencari tahu. Karena memang waktu itu pihak penyelenggara tidak ada yang memberitahu ke saya. Lalu saya menghubungi teman-teman saya yang tinggal di sekitar desa itu,” beber Hery bercerita.

Foto : Hery (kiri) saat bersama seorang Penjual Jajanan Geblek di Depan Halaman KAS Purworejo, dalam menggali informasi untuk pemberitaan pertamanya beberapa waktu lalu. (Budi Supriyatno).

Sebagai seorang yang bernaluri dan bermental jurnalis, hati kecilnya tergerak serta adrenalinnya terpacu untuk ingin segera memberi jawaban atas kegalauan masyarakat, tentang siapa penyelenggara Kirab dan Wilujengan KAS tersebut.

“Akhirnya saya banyak mendapatkan data-data dan layak untuk ditayangkan. Lalu saya lengkapi dengan melakukan klarifikasi tentang ijin keramaian acara KAS kepada Kasat Intel Polres Purworejo,” terang Hery.

Dengan Judul pertama yakni Ritual Wilujengan Keraton Sejagat di Purworejo, Gegerkan Warga dia upload ke redaktur, sesaat kemudian langsung tayang.

“Berita kedua juga saya buat dengan Judul, Tak Berijin Polisi, Wilujengan Keraton Sejagat Berlangsung Meriahselisih beberapa jam lagi saya up lagi ke redaksi dan langsung tayang,” sergah pria kelahiran Bulan Maret 1976 ini.

Hery mengaku tak menyangka dua beritanya akan seheboh seperti sekarang ini. Bahkan banyak hal-hal yang berkait dengan hukum juga terus mewarnai kehebohan ini. Banyak hikmah yang dia lihat dari kehebohan KAS di Purworejo.

Lanjutnya, mendadak semua berubah, Desa Pogung Jurutengah yang tadinya adalah desa terpencil tidak memiliki akses jalan beraspal, mendadak menjadi viral dan menjadi desa yang paling banyak disebut oleh publik. Belum lagi ribuan orang kini secara bergilir berdatangan mengunjungi Lokasi KAS, bahkan warga setempat meraup berkah langsung dengan berjualan di sepanjang lokasi menuju KAS, juga sejumlah pemuda desa mendapatkan pekerjaan tambahan dari menjual jasa parkir.

Belum lagi, tambah Hery, Pemprov Jawa Tengah langsung merencanakan akan menjadikan Lokasi KAS menjadi Destinasi Wisata Baru.

Hal ini langsung keluar dari janji Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. “Apik iki. Kita buat destinasi wisata sekalian saja. Kita beri nama Kerajaan Kerajaan an Pogung,” begitu ucap Ganjar.

Dia belum usai membuat heboh munculnya KAS, karena ia masih terus saja meruning berita terbaru seputar KAS. “Saya masih terus memberitakan perkembangan demi perkembangan terkini soal KAS. Jadi tunggu saja terus berita-berita saya” janji Hery.

Foto : Hery (berdiri) saat diperiksa sebagai Saksi oleh Penyidik Polda Jateng di Mapolres Purworejo, lusa kemarin.  (Budi Supriyantono)

Dia pun kini diminta untuk menjadi saksi atas Dugaan Pasal 14 UU 1/1946 tentang Berita Bohong yang dapat meresahkan masyarakat yang oleh Polda Jateng telah disangkakan kepada Tersangka Raja dan Ratu KAS, Toto Santoso (41) – Fanny Aminadia (42).

“Demi NKRI, Demi Kebenaran dan Demi Keadilan, saya siap memberikan keterangan apa adanya. Agar semua masalah hukum ini jelas dan terang benderang,” sergah pria berusia 44 tahun ini.

Dia juga mengaku tidak ada persoalan apapun dengan Tersangka Toto dan Fanny. Bahkan saat Pihak KAS memintai Hak Jawab dan Klarifiksai Pemuatan berita BM Online ini, Toto-Fanny langsung yang memberikan klarifikasinya.

“Saya baik-baik saja dengan keduanya (Toto-Fanny). Saat sesien tanya jawab dibuka pada Hari Minggu, tanggal 12 Januari 2020 lalu, dia melempar senyum dan kita berbincang dihadapan banyak orang,” jelas pria yang menjadi wartawan sejak tahun 2000 ini.

Foto : Hery (kiri) saat berfoto bersama “Raja – Ratu” Keraton Agung Sejagat, Usai mendengarkan Hak Jawab di KAS, beberapa waktu lalu (Budi Supriyatno).

Hery pun meminta “Raja-Ratu” KAS berfoto bersama bersama dengan awak media usai acara Konferensi Pers.

“Bahkan saya sempat berfoto bersama Toto-Fanny. Saya melihat keduanya baik dan tulus menerima kedatangan kami wartawan,” ucapnya.

Di akhir wawancara, Hery menyampaikan salamnya kepada Toto-Fanny.

“Semoga Pak Totok dan Mbak Fanny sehat dan diampuni segala dosa-dosanya,” ujarnya. (Budi Supriyanto).

Penulis : Budi Supriyatno

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here