Dirreskrimum Polda Jateng : Ormas dan Perguruan Silat Apapun Bila Meresahkan Akan Kami Sikat

0
747
Foto : Kombes Pol Budi Haryanto saat sedang menunjukkan barang bukti pelaku dalam jumap pers di Mapolda Jateng, Jumat (24/1/2020). (sumber Foto Humas Polda Jateng).

SEMARANG, BM – Kepolisian Daerah Jawa Tengah tidak main-main dengan segala bentuk tindak kejahatan yang terjadi di wilayah hukum Polda Jateng. Hal tersebut disampaikan Direktur Kriminal Umum Mapolda Jateng Kombes Pol Budi Haryanto, Jumat (24/1/2020), usai menggelar Jumpa Pers di Mapolda Jateng.

Dir Reskrimum Polda Jateng Kombes Pol Budi Haryanto, mengatakan, Kejadian yang terjadi sekarang ini, merupakan salah satu contoh tidak tegas aparat Kepolisian Polda Jateng dalam memberantas segala bentuk tindak kejahatan yang meresahkan masyarakat.

“Kita tidak main-main dan ragu  serta tidak akan melakukan tembang pilih pada ormas atau perguruan silat yang membuat resah masyarakat, kita tindak tegas,” ucap Dir Rekrimum Polda Jateng ini.

Lanjutnya, kejadian yang terjadi di Sukoharjo, Solo ini, antara perguruan silat PSHWTM (Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda) dengan PSHT (Persaudaraan Setia Hati Teratai) yang mengakibatkan empat orang terluka, pihaknya akan tindak tegas pada siapapun pelakunya.

“Hal seperti inilah yang membuat masyarakat menjadi resah, tidak nyaman dan tenang, karena adanya tawuran seperti ini. Sekali lagi kita tidak akan main-main untuk menindak tegas,” tuturnya.

Ditambahkannya, Masyarakat Jawa Tengah ini perlu kenyamanan dan ketenangan, seharusnya baik ormas maupun perguruan Silat, harus bisa menjadi nyaman dan tentram masyarakat. Tidak dengan saling mengadu keahlian dan kepintarannya.

“Mau Ormas ataupun Perguruan Silat apapun itu, jika membuat resah masyarakat di wilayah hukum Jawa Tengah ini, saya akan tindak tegas dan saya tidak akan berikan ampun,” ungkapnya.   

Seperti diberitakan sebelumnya, tawuran antara perguruan silat di Sukoharjo, Solo dengan pelaku tujuh orang, serta mengakibatkan empat orang terluka. Keempat korban tersebut, Marsekal Dewangga Prayoga Putra, Damar Dwi Pangestu, Ferro Kusuma Ananta Dan Rahmansah Kamaludin. Sedangkan ketujuh pelaku dijerat dengan Pasal 351 KUHP dan atau Pasal 170 KUH Pidana, tentang Tindak Pidana barang siapa yang dimuka umum  bersama-sama  melakukan kekerasan terhadap orang  atau barang atauPenganiayaan. (Budi).

Penulis : Budi Supriyatno

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here