Tujuh Orang Pelaku Pengeroyokan, Diringkus Polda Jateng

0
830
Foto : Dirreskrimum Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Budi Haryanto saat menunjukkan barang bukti kejahatan pelaku dalam keterangan pers sore tadi, (Jumat (24/1/2020). (Sumber Foto : Humas Polda Jateng). (Budi Supriyatno).

SEMARANG, BM – Jajaran Reskrimum Polda Jawa Tengah gelar keterangan Pers terkait dua kasus kejahatan yang meresahkan masyarakat. Dari hasil penangkapan para pelaku Kepolisian Polda jateng berhasil menyita barang bukti dari tindak kejahatan para pelaku di wilayah Sukoharjo, Solo, Jawa Tengah.  

Dikatakan, Dir Reskrimum Polda Jateng Kombes Pol Budi Haryanto, mengatakan, tindak kejahatan yang dilakukan oleh para pelaku ini memang sudah meresahkan masyarakat di Sukoharjo.  Untuk itu Kepolisian Polda Jateng langsung menangkap para tersangka yang sudah meresahkan ini.

“Kita tidak akan ragu dan memilih, untuk semua kejahatan yang sudah meresahkan masyarakat baik kejahatan apapun, kita akan tindak tegas,” katanya, Jumat (24/01/2020).

Dijelaskannya, dari dua kasus ini, salah satunya terdapat satu kasus yang sedang ditangani yaitu kasus perkelahian sesama ormas yang terjadi pada beberapa waktu lalu di Jalan A.Yani Kartosuro, Sukoharjo

Pada saat terjadi perkelahian tersebut, kata Budi, para pelaku berjumlah 7 orang dan dua orang masih dibawah umur ini, Usai melakukan Kopdar PSHWTM (Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda) di Umbul Win-win Pengging, Boyolali dan pulang ke arah  Solo bersama dengan teman-temannya. Mereka menuju kesalah satu tempat.

Ditambahkannya, saat berada di perempatan lampu merah tepatnya didepan Hotel Pramesti Kartasura, mereka bertemu teman yang satu seperguruan dalam keadaan luka pada bagian kepala. Kemudian mereka menanyakan pada rekannya tersebut, dan diakui oleh rekannya, bahwa dirinya usai dikeroyok oleh perguruan lain.

“Ya sekitar kurang lebih 200 meter, dari salah satu pelaku ini melihat ada kelompok PSHT (Persaudaraan Setia Hati Teratai) yang mengeroyok rekannya tadi, kemudian langsung berhenti dan menyerang perguruan tersebut di tempat Angkiringan,” papar Dirreskrimum Polda Jateng ini.

Setibanya di lokasi, tambah Budi, para pelaku ini langsung mengeroyok korban dengan menggunakan senjata yang dibawa pelaku, usai mengeroyok para korban, pelaku langsung pergi meninggalkan lokasi kejadian.


“Dari para pelaku yang melakukan pengeroyokkan ini, masih ada rekan pelaku lainnya, namun mereka tidak mengenal,” terangnya.

Diungkapkan Budi, Akibat dari kejadian ini, empat orang menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan oleh tersangka. Keempat korban mengalami luka-luka akibat pemukulan benda tumpul dari tangan pelaku.

“Kasus Pengeroyokan atau tawuran yang terjadi di Kartosura, Sukoharjo ini, dipicu karena sikap arogansi, mempunyai banyak teman dan mereka merasa paling kuat, sehingga mereka bisa berbuat semau mereka,” Ungkap Kombes Pol Budi Haryanto.


Dia menambahkan, Polda Jateng meminta agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali oleh semua lapisan masyarakat khususnya masyarakat di wilayah sukoharjo, Solo. Dia juga meminta masyarakat wilayah Solo tidak usah resah dan khawatir, kepolisian akan selalu ada untuk menjaga keamanan dan juga kenyamanan masyarakat.

“Pesan kami, kejadian apapun di wilayah Jawa Tengah ini, jangan paksa kami untuk bertindak tegas dalam segala tindak kejahatan yang meresahkan masyarakat Jawa Tengah,” Pungkasnya. (Budi).

Penulis : Budi Supriyatno

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here