DPRD Kabupaten Blitar Bersama GANNAS Hearing Soal Nasib Greenfields

0
179
Foto : Ormas GANNAS saat sedang melakukan hearing bersama Komisi III DPRD Kabupaten Blitar, pada Selasa (28/01/2020). (Rudi).

BLITAR,BMonline – Organisasi Masyarakat Gerakan Anak Nasionalis (Ormas GANNAS) hearing bersama Komisi III DPRD Kabupaten Blitar, pada Selasa (28/01/2020).

Hearing tersebut juga dihadiri perwakilan DLH dan Satpol PP Kabupaten Blitar. Agenda pembahasan hearing terkait limbah kotoran Sapi milik PT. Greenfields Indonesia di kecamatan Wlingi yang mencemari sejumlah ruas sungai di beberapa kecamatan di kabupaten Blitar.

Ketua GANNAS Blitar Joko Wiyono mengatakan, sebaiknya PT. Greenfields membangun fasilitas pengolahan limbah jika tidak ingin tutup beroperasi.

Permintaan Joko itu didasarkan alasan yang kuat. Dikatakan Joko, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar sejak Februari 2018 lalu sudah menyurati PT. Greenfield untuk segera mengambil sikap perihal limbah yang mencemari sejumlah ruas sungai di beberapa kecamatan di kabupaten Blitar, yakni di kecamatan Wlingi, kecamatan Doko, bahkan hingga ke kecamatan Kesamben.

Selain itu, kata Joko, Ia menyebut PT. Greenfields Indonesia diduga sudah melanggar Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Intinya mereka (PT Greenfields Indonesia) sudah menyentuh ranah pidananya. Sesuai undang-undang 32 pasal 98 ayat (1) itu kan sudah ada pidananya. Ketika ini dikaitkan dengan pasal 2 yang notabene membahayakan manusia, maka tuntutan kita hanya satu, bikin pengolahan limbah atau hengkang dari kabupaten Blitar,” jelasnya seusai Hearing bersama Komisi III DPRD Kabupaten Blitar.

Melalui forum hearing itu, Joko berujar, Komisi III DPRD Kabupaten Blitar bersama GANNAS sepakat PT. Greenfields Indonesia untuk ditutup, jika PT. Greenfields Indonesia tidak membangun pengolahan limbah.

Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Blitar Panoto menambahkan, sebetulnya kasus limbah kotoran sapi dari PT. Greenfield Indonesia yang mencemari beberapa ruas sungai di kabupaten Blitar itu sudah lama berlangsung begitu saja.

Menurutnya, Pemkab Blitar mestinya harus membuat kebijakan tegas atas kasus itu. Sebab DLH Pemkab Blitar sejak Februari 2018 sudah mengingatkan PT. Greenfield Indonesia untuk mengelola limbah dengan baik dan penuh tanggungjawab, nyatanya hingga kini tidak terjadi.

“Karena ini persoalan yang sudah cukup lama terkait efek dari limbah. Akhir-akhir ini memang sudah sangat luar biasa dampaknya. Dari indikasi itu Greenfields dipandang belum efektif dalam penanganan pencemaran limbah,” jelas politisi PKB ini.  (Rud)

Penulis : Rudi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here