Tender Pembangunan Gedung Oncology Centre Aceh di Laporkan ke KPK

0
2629

JAKARTA, BM Online – Law Firm Mukhlis Mukhtar & Partners sebagai kuasa hukum dari PT MAM Energindo melaporkan dugaan tindak pidana korupsi pada Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di Lingkungan Pemerintah Provinsi Aceh khususnya pada Paket Tender Pembangunan Gedung Oncology Centre (MYC) Kode Tender : 23403106 Satuan Kerja BLUD Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Provinsi Aceh Tahun Anggaran 2019, 2020, 2021 dengan nilai fantastis mencapai Rp. 237.086.370.000.

Diduga tindak pidana Korupsi tersebut melibatkan penguasa dan pejabat pemerintah di Aceh, sehingga komisi anti rasuah harus bergerak cepat untuk menyelamatkan uang negara yang mencapai ratusan miliar tersebut.

Direktur PT MAM Energindo, Ir H Ali Amril, didampinggi kuasa hukumnya melaporkan dugaan korupsi yang merugikan negara sebesar Rp 40 milyar itu Rabu, 29 Januari 2020, di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia di Jalan Kuningan Persada Kav-4, Jakarta Selatan 12950.

Ditemui di KPK usai melaporkan kasus tersebut kuasa hukum PT MAM Energindo, Mukhlis Muktar mengatakan kasus korupsi di RSU Zainal Abidin Banda Aceh, diduga banyak pihak yang terlibat, karena proses tendernya diindikasi ada dugaan tindak pidana.

Menurut Mukhlis kasus korupsi tinggat tinggi ini tidak mungkin ditangani oleh pihak-pihak di Aceh, harus dibawa ke KPK di Jakarta.Kepada KPK kami berharap dapat diproses karena dokumen yang kami ajukan sudah terang menderang.Pihaknya melaporkan pokja tender, penguna anggaran, dan kontraktor pemenang tender serta, menurut Mukhlis kasus ini diduga melibatkan konspirasi elit.

Law Firm Mukhlis Mukhtar & Partners sebagai kuasa hukum dari PT MAM Energindo melaporkan dugaan tindak pidana korupsi tender di Aceh

“Karena kan kalau tidak ada tekanan dari atas, kasus dugaan korupsi ratusan miliar ini mana mungkin bisa berjalan.Tadi seperti dikatakan klien saya pada hari yang sama ada delapan perbuatan yang bisa dilakukan sekalikus padahal butuh waktu lama, jadi konspirasinya sangat terang menderang,” kata Mukhlis

Menurut dia, kalau suatu tender masih disanggah banding, proses tender itu belum bisa ditetapkan pemenangnya, tapi kali ini, buku kontrak dan uang muka sudah dicairkan.Maka dari aspek hukum pidana ini kan sudah terjadi, peristiwa atau delik pidananya sudah terjadi

Dia juga mengatakan, bahwa pihaknya tidak melaporkan kasus ini kepada pihak-pihak di Aceh karena menurut Mukhlis pihaknya memahami persoalan besar ini tidak cukup nyali kalau ditangani oleh pihak-pihak penegak hukum di Aceh.Maka dari itu harapan kami kasus ini harus bertumpu di KPK.

Sementara pihak PT Mam Energindo, Ir H Ali Amril ditempat yang sama mengatakan pihaknya sendiri mengaku cukup banyak mengalami kerugian terutama dari segi waktu untuk mengikuti proses tender ini.

Disamping itu, biaya yang tidak sedikit artinya dalam hal ini saya merasa dirugikan dizolimi karena saya yakin saya sudah memenuhi persyaratan untuk dimenangkan, karena proses tender ini adalah proses prakualifikasi, jadi untuk lolos sebagai peserta tender dikualifikasi baik itu secara teknis maupun administrasi,”Itu kan sudah lolos setelah itu tender mengenai harga.Harga kami dibandingkan dengan harga yang pemenang sekarang sekira empat puluh miliar lebih murah harga penawaran kami.Jadi potensi kerugian negara kalau dimenangkan yang sekarang potensi kerugian negara 40 milyar lebih,”jelas Ali Amril (zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here