Pengacaran Lakukan Upaya Hukum Terkait Keuchik Dan Bendahara Gampong Jambo Dalem Diduga Korupsi Dana Desa

0
254
Foto: Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Bakongan Aceh Selatan Memberikan Keterangan Dugaan Korupsi yang dilakukan oleh Mantan Kechik dan Bendahara Desa Gampong Jambo Dalem Kecamatan Trumon Timur Aceh Selatan, Rabu (19/02/2020).

Aceh Selatan, BMonline – Keuchik Desa Gampong Jambo Dalem Kecamatan Trumon Timur Aceh Selatan, Inisial MZ (53) telah melakukan Penyelewengan Dana Gampong di tahun Anggaran 2016 lalu.

Penyelewengan tersebut diduga Tindak Pidana Korupsi dilakukan bersama Bendahara Gampong Inisial MU (46) dengan cara tidak merealisasikan dan tidak sesuai APBG / APBGP yang  mengakibatkan kerugian Negara sebesar Rp250.010.831,-

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala  Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Bakongan Aceh Selatan Rahmat Nur Hidayat SH pada Wartawan di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) di Tapaktuan, Rabu sore (19/02/2020).

Dalam konferensi Pers ini turut hadir kedua tersangka MZ dan MU yang didampingi pengacaranya M.Nasir SH dan Murdani SH serta anggota DPRK Aceh Selatan Adi Samridah SPdi dari Partai Aceh.

Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa Gampong jambo Dalem ini dengan pagu anggaran Rp998 Juta lebih yang diusut oleh pihak Cabjari Bakongan dan ditetapkan sebagai tersangka pada tanggal 27 Agustus 2018.

“Karena kita menunggu lagi hasil audit dari Inspektorat Aceh Selatan, maka baru sekarang kita ungkapkan yang dikeluarkan LHPKKN dengan nomor 700.04/01m tanggal 02 januari 2020”. Sebut Rahmat Nur Hidayat.

Penyelewengan tersebut yang ditemukan dalam pengerjaan pisik sumber dana Desa tahun 2016 yaitu pengadaan lapangan bola, gapura, pengerasan badan jalan di 2 titik dan saluran irigasi dengan cara pengelembungan  (Mark Up)  dana, penyalahgunaan dan proyek fiktif.

Akibat dari perbuatannya, Kedua tersangka ini resmi ditahan selama 20 hari kedepan yang dititipkan di rutan kelas IIB Tapaktuan dan dijerat dengan pasal 2 ayat (1) Subsider Pasal 3 Jo Pasal 18 UU RI No 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman selama 20 tahun penjara.

“Dalam kasus ini pada kedua tersangka, kami sangat menjunjung tinggi azas praduga tidak bersalah, tapi marilah nanti sama sama kita ikuti proses persidangan yang terbuka untuk umum di Pengadilan Tipikor Banda Aceh”. Tegas  Rahmat. (MHD.T)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here