Empat Korban Tewas Siswa SMPN 1 Turi Teridentifikasi

0
719
Foto: Para siswa SMPN 1 Turi yang berhasil di temukan dan meninggal (Dok.BNPB). Jumat (21/2/2020). (Muhammad Minan Bashori).

YOGYAKARTA, BMonline – Pasca hanyutnya sejumlah siswa SMPN 1 Turi yang tengah melakukan kegiatan susur sungai Sempor, Dukuh Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman dilaporkan korban meninggal dunia bertambah menjadi Enam dan dua korban diantaranya belum diketahui indentitasnya. Jumat (21/2/2020).

Hingga Jumat (21/2/2020) petang pukul 19.15 WIB dilaporkan enam siswa ditemukan meninggal Dunia. Sementara 22 lainnya dilaporkan masih dalam pencarian tim gabungan.

Dari jumlah 6 korban meninggal dunia 4 diantaranya sudah terindentifikasi, dan 2 korban masih diidentifikasi identitasnya.

Berdasarkan informasi terbaru dari PMI Sleman yang kami himpun, total 2 kelas yang mengikuti kegiatan susur sungai, yakni kelas 7 dengan 129 siswa, data siswa yang sudah absen adalah 51 siswa. Kemudian, kelas 8 dengan 127 siswa, data siswa yang sudah absen adalah 120 siswa. jumlah siswa yang mengikuti kegiatan tersebut ada 256 orang. Rinciannya, 6 orang absen tak ikut kegiatan. Jadi, total ada 250 siswa yang resmi tercatat ikut kegiatan susur sungai tersebut.

Indentitas data 4 korban meninggal dunia yakni berinisial, SA kelas 8 beralamat Sumberejo Tempel Sleman, AR kelas 7 beralamat Ngentak Tepan, NA kelas 8 beralamat Kembangarum Turi Sleman dan L beralamat Kembangarum Turi Sleman.

Selanjutnya, 6 korban selamat sudah dibawa pulang oleh pihak keluarga. Dan 4 korban selamat lainnya yang masih berada di Puskesmas Turi berinisial NW, GM, FRH dan M. Sementara satu korban belum diketahui identitasnya, namun saat ini berada di RS Puri Husada

Dari keterangan saksi di lokasi kejadian Jumat petang, Saksi mata, Susilo warga Ngemplak Kembang Arum Sleman mengatakan korban terakhir berjenis kelamin perempuan. Kondisi jenazah korban ditemukan tersangkut di bawah Kali Sempor Dukuh.

“Awalnya saya melihat sepatu di bawah jembatan, ternyata satu korban berjenis kelamin perempuan sudah dalam kondisi tidak bernyawa kemudian polisi turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Jenazah dibawa ke RS Swa untuk diidentifikasi,” terangnya.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB Agus Wibowo menjelaskan peristiwa itu terjadi saat kegiatan Pramuka dengan agenda susur sungai pada Jumat, sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu arus cukup deras di Sungai Sempor.

“Murid hanyut yang sudah ditemukan berjumlah enam orang. Empat orang diketemukan meninggal dunia,” terang Agus dalam keterangan tertulis.

Saat ini tim gabungan dari SAR dan Polres Sleman masih melakukan pencarian korban hanyut. Pihak BPBD, TNI beserta para relawan turut membantu dalam penanganan darurat.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman Makwan mengatakan kegiatan Pramuka SMPN 1 Turi ini diikuti sekitar 257 siswa. Sementara siswa yang sudah terdata di sekolah 154 anak.

“Ada yang langsung pulang, kondisi luka luka empat dibawa ke Klinik SWA, empat dibawa ke Puskesmas Turi, satu dibawa ke Klinik Purihusada,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, 250 siswa SMPN 1 Turi, Sleman terseret arus saat melakukan kegiatan Pramuka Susur Sungai Sempor di Dusun Dukuh, Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Jumat (21/2/2020) sore.

Sejumlah enam siswa dinyatakan meninggal, sedangkan yang lainnya dikabarkan luka, dan sebagian lainnya belum ditemukan. (Minan).

Penulis : Minan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here