Tower SUTT di Rembang Ambruk, Timpa Satu Rumah Warga

0
545
Foto: Rumah yang terdampak akibat tower SUTT PLN Rembang Jateng. Rabu (26/2/2020). (Muhammad Minan Bashori).

REMBANG, BMonline – Menara saluran udara tegangan ektra tinggi (SUTT) 67 SUTT 150 kV milik PLN yang berdiri di Tower yang berlokasi di Desa Kabongan Kidul, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang Jawa Tengah, roboh pada Selasa (25/2/2020) malam sekira pukul 23.30 WIB. tumbangnya menara ini menyebabkan satu rumah warga rusak parah dan satu orang mengalami luka – luka. Rabu (26/2/2020)

Pantauan Beritamerdekaonline.com dilokasi, kondisi menara tampak melintang di tengah rumah milik warga yang jaraknya sangat dekat dengan menara tersebut. Saat kejadian, warga seketika langsung berkerumun ke lokasi kejadian.

Sri Jumiati, warga Desa Desa Kabongan Kidul, RT 01 RW 04 yang rumahnya tepat didepan lokasi kejadian mengaku sebelumnya saya sedang istirahat malam, tiba – tiba saya dibangunkan anak saya.

“Buk didepan rumah ada ramai – ramai, seketika saya langsung bangun dan melihat didepan rumah sudah ramai warga yang berdatangan menonton kejadian tersebut,”jelasnya.

“Cukup kaget, seketika rame banyak warga yang mendekat, katanya sewaktu roboh ada suara ledakan kencang,” tambahnya.

Sementara sampai saat ini dilokasi, masih tampak sejumlah petugas PLN dalam proses perbaikan. Menara SUTT yang roboh ini merupakan jaringan dari PLTU Sluke Kabupaten Rembang.

Arif Setyawan, Manager unit pelayanan pelanggan PLN ULP Rembang saat dikonfirmasi mengatakan perihal

robohnya tower diakibatkan struktur tanah disekitar tower rusak. Kondisi tersebut disebabkan oleh hujan berkepanjangan yang menyebabkan tanah di sekitar tower tergenang, sehingga berdampak pada kekuatan struktur tanah di pondasi tower

“Jaringan tower yang menghubungkan PLTU Rembang, ke arah gardu induk Kabupaten Rembang dan Kabupaten Pati. Untuk saat ini yang terdampak dua Kabupaten yakni Kabupaten Rembang dan Kabupaten Blora, Kabupaten Rembang terdampak mati total , Kabupaten Blora dan Cepu juga mati total,” bebernya.

Selain hujan, kekuatan struktur tanah sekitar tower berkurang akibat aktivitas warga berupa pembangunan kandang. Pihak PLN sebelumnya telah memperingatkan warga untuk tidak melakukan pembangunan disekitar tapak tower karena akan membahayakan konstruksi tower dan juga warga yang bersangkutan.

“Padamnya rata – rata pernomalan sampai Rabu pukul 03.00 WIB, saat terdampak sebagian sudah nyala seperti kondisinya saat ini,” terangnya.

Sesaat setelah kejadian, tim PLN ULTG Rembang segera fokus pada pengamanan JTM, sedangkan tim ULTG Kudus langsung menuju lokasi Tower 67. Sampai saat ini tim PLN sedang melakukan persiapan recovery untuk mendirikan Tower Emergency dan investigasi lebih lanjut mengenai penyebab tower roboh. (Minan)

Penulis : Minan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here