Hamdani Yacob Terpilih Sebagai Panglima Laot Kabupaten Aceh Utara

0
188
Foto: Drs. Hamdani Yacob, sisi kiri Baju Hitam

Aceh Utara, BMonline – Drs Hamdani Yacob terpilih sebagai Panglima Laot Kabupaten Aceh Utara. Hamdani terpilih sebagai panglima Laot dalam musyawarah yang digelar di aula dinas Kelautan dan Perikanan kabupaten Aceh Utara di Lhokseumawe, Jumat sore (28/2/20).

Hamdani terpilih sebagai Panglima Laot setelah menyisihkan 2 calon lainnya yakni M. Hasan dan Amir Yusuf. Sementara para pemilik suara yakni 8 panglima laot lhok (kecamatan) dan 3 suara dari calon yang mendaftar.

“Pemilih sebenarnya 11 suara. Namun ada salah satu calon juga berstatus panglima lhok, sehingga suara sah 10 suara. Selanjutnya kita akan usulkan untuk di SK kan” kata panitia, Ibnu Sa’dan.

Sementara itu, panglima laot terpilih Drs Hamdani Yacob menyatakan diri siap untuk memimpin organisasi adat nelayan tersebut hingga 6 tahun masa jabatan.

Dalam visi dan misinya ia menyebut memprioritaskan peningkatan taraf hidup masyarakat nelayan dengan program ekonomi.

“Persoalan nelayan itu sangat besar, terutama soal kemiskinan. Kami berusaha untuk melakukan program yang berdampak pada peningkatan ekonomi nelayan” kata mantan Panglima Lhok Lancok/Kecamatan Syamtalira Bayu.

Program peningkatan ekonomi yang akan dilakukan seperti hilirisasi hasil tangkapan. Hingga pengolahan hasil tangkapan setengah jadi. “Seperti kita buat sentra pengolahan ikan asin. Juga pada musim tertentu, hasil tangkapan ikan tongkol tinggi, jadi kita buat tempat pengolahan ikan kayu (keumamah-red)” ujarnya.

Selain persoalan ekonomi, Panglima Laot Aceh Utara ini juga menyoroti pendangkalan kuala tempat keluar masuk kapal nelayan. Kondisi pendangkalan akibat sedimentasi tinggi disebut terjadi di seluruh atau 12 muara. Kondisi ini dinilai sangat menganggu jadwal melaut para nelayan yang harus menyesuaikan dengan kondisi alam.

“Nelayan harus menyesuaikan waktu pasang surut air laut sebelum melaut atau ketika pulang. Kondisi ini tentu menganggu efektifitas nelayan. Untuk itu, kami minta pemerintah untuk melakukan pengerukan agar arus keluar masuk boat menjadi lancar” harap Hamdani.(Azwar Kadiron).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here