banner 1028x90

Arogan, Guru Lempar Penghapus Pada Siswa Kelas 3 SDN Karanganyar 2 Hingga Terluka Pada Mata Kanan

Foto : Kondisi Korban R yang mengalami luka pada mata kanannya, serta kakak dan orang tua korban yang sedang memberikan keterangan pada beritamerdekaonline.com, Kamis (27/2/2020). (Mualim).

SEMARANG, BMonline – Peristiwa pelemparan penghapus yang dilakukan oleh oknum guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) Karanganyar 2, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Tugu, kota Semarang, berinisial P terhadap siswa kelas 3 berinisial R masih menyisakan kesedihan bagi keluarga siswa tersebut.

Pasalnya, keluarga korban masih menyesalkan sesaat setelah peristiwa pelemparan itu, sang guru seperti melakukan pembiaran terhadap siswa R.

Hal ini diceritakan oleh kakak korban bernama Dewi Indahsari (21) didampingi orang tua korban, Sumiyati ketika diwawancarai beritamerdekaonline.com malam ini Kamis (27/2/2020), pukul 18.30 WIB, di rumahnya yang berada di Desa Karanganyar, RT 5 RW 3, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Tugu Kota Semarang.

Dewi bercerita, awalnya dari sekolahan korban pulang sendiri tanpa ada yang mengantar. Dia melihat adiknya pulang sekolah tiduran di ruang tamu sambil tangannya memegang mata yang sakit.

“Dari saat awal dia kena lempar penghapus itu yang pertama kali lihat itu saya sendiri. Dia itu pulang sendiri tanpa ada yang nganter, tanpa ada pengobatan dulu dari pihak sekolahan. Saat itu posisi saya baru mau berangkat kerja, dia tidur disini sambil matanya dipegangin terus. Saya tanyakan kenapa, katanya habis dilempar penghapus sama gurunya,” ungkap Dewi.

Menurut Dewi, Saat itu adiknya menangis karena merasakan sakit di bagian mata. Karena gak tega, akhirnya Dewi memeriksakan adiknya ke Puskesmas Karanganyar. Di puskesmas, adiknya cuma diperiksa saja. Terus malamnya jam 23.30 WIB Dewi membawa adiknya periksa ke IGD RSUD Tugurejo.

“Pas periksa ke Pukesmas cuma periksa aja. Terus malem jam setengah 12 saya ke IGD  RS Tugu untuk periksa mata lebih lanjut pikirnya tapi ternyata di sana yang ada hanya dokter umum. Jadi disarankan buat kembali lagi esok hari nya sambil bawa surat rujukan. Tapi surat rujukan malah ke RS Permata Medika,” ucapnya.

Ketika ditanya apakah dari pihak sekolah sudah meminta maaf kepada keluarga korban, Dewi mengatakan bahwa dari pihak sekolah sudah datang ke rumah untuk meminta maaf dan memberikan bantuan uang pengobatan sebesar Rp. 300 ribu dan 200 ribu. Namun itu dilakukan setelah beritanya sempat viral di Facebook.

“Setelah viral baru datang dari pihak sekolah meminta maaf, dan memberikan bantuan pada keluarga kami. Kalau maaf sih sudah kita maafkan, namun kami meminta sanksi tegas dalam hal ini, kalau tidak ada sanksi tegas dari Dinas maka akan banyak korban lagi nantinya, karena kearoganan oknum guru ini,” kata Dewi.

Seperti diberitakan oleh beritamerdekaonline.com hari ini, bahwa kejadian pelemparan penghapus yang diduga dilakukan oknum guru kepada muridnya berinisial R kelas 3 SDN Karanganyar 2 masih membuat siswa enggan berangkat ke sekolah dikarenakan siswa masih merasa ketakutan.

Kepala sekolah SDN Karanganyar 2, Indri ketika dikonfirmasi beritamerdekaonline.com enggan menceritakan lebih jauh.

Indri mengatakan bahwa masalah tersebut sudah selesai karena pihak sekolah sudah meminta maaf kepada keluarga korban. (Mualim).

Penulis : Mualim

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by ExactMetrics