banner 1028x90

Paguyuban Kades Polosoro Purworejo, Diambang Ambiyar

Foto : Dwinanto (kiri), bersama sejumlah Kades usai menggelar musyawarah (Hery Priyantono)

PURWOREJO, BMonline – Ratusan Kepala Desa (kades) perwakilan dari 16 Kecamatan se Kabupaten Purworejo menggelar musyawarah, Kamis (27/02/2020) sore tadi.

Musyawarah yang digelar di Aula Balai Desa Loano Kecamatan Loano tersebut, membahas soal  kinerja Ketua Umum Poloso, Dwi Darmawan.

Menurut para kades, Ketua Polosoro dinilai tidak bisa membawai Paguyuban Polosoro itu, karena tidak menjalankan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) paguyuban.

“Kami sepakat untuk menanyakan kepada Ketua Umum Polosoro perihal roda paguyuban. Contohnya, selama tidak pernah digelar rapat-rapat yang semestinya, sesuai AD/ART, minimal sekali dalam satu bulan ada pertemuan atau rapat-rapat,” ungkap Dwinanto, Kepala Desa Krandegan Kecamatan Bayan ini.

Foto : Sejumlah Perwakilan Kades saat berada di Kediaman Dwi Darmawan, Ketua Umum Polosoro, sore tadi. (Hery Priyantono)

Musyawarah ini, berangkat dari kegelisahan bersama para kades, sejak 2017 roda organisasi tidak berjalan sebagaimana mestinya.

“Atas dasar itu, kami kumpul-kumpul untuk mendesak Ketua Umum agar menggelar Musyawarah Daerah Luar Biasa (musdalub) Polosoro,” bebernya.

Polosoro ini adalah organisasi kolektif kolegial, dan itikad baik dari pengurus lain sudah menjembatani dan sudah memberitahukan kepada ketua agar menjalankan paguyuban sesuai AD/ART.

“Dalam musyawarah ini hadir juga Wakil Ketua Umum Polosoro.

Bahwa kami sifatnya mendorong ketua untuk segera menggelar musdalub,”sergahnya.

Dalam musyawarah tersebut akhirnya diputuskan Musdalub Polosoro akan dilaksanakan pada tanggal 18 Maret 2020.

Usai menggelar musyawarah, perwakilan kades di 16 kecamatan membuat pernyataan sikap.bersama secara tertulis dan dikirim langsung ke Ketua Umum Polosoro.

Sore itu juga, sejumlah kades langsung mendatangi kediaman Dwi Darmawan di Desa Trirejo, Loano. Namun sayangnya, Dwi Darmawan tidak berada di rumah. Hanya istri Dwi Darmawan yang menemui sejumlah Perwakilan kades sore tadi.

“Bapak tidak berada di rumah. Tapi sore ini pasti pulang kok,” ungkap wanita itu.

Istri Darmawan pun menolak saat perwakilan mau menitipkan Surat Pernyataan Kades kepadanya.

“Saya cuma istri, ibu rumah tangga. Saya tidak berani menerima surat ini. Bapak-bapak langsung saja kepada suami saya,” sergahnya.

Akhirnya, rombongan kades itu pamit dan membubarkan diri masing-masing. (Hery Priyantono)

Penulis : Hery Priyantono

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by ExactMetrics