Penempatan Kepala Sekolah di Aceh Selatan Diduga Ada Yang Bermain

0
3017
Foto: Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Erdiansyah (Baju Putih) dan Ketua PWI Aceh Selatan Zulmas, Rabu Sore (04/03/2020) Dikonfirmasi di Kantor PWI di Tapaktuan.

Aceh Selatan, BMonline – Pelantikan Kepala Sekolah di Kabupaten Aceh Selatan yang berlangsung di Gedung Rumoh Agam di Tapaktuan, Rabu siang (04/03/2020) diduga ada pihak yang mencampuri urusan. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Selatan Zulmas kepada sejumlah Wartawan yang tergabung dalam wadah PWI.

Dalam penempatan jabatan kepala sekolah yang ditempatkan di SD dan SMP sebanyak 219 orang, menurutnya itu bukan karena sesuai dengan hasil peninjauan secara kebutuhan khusus tetapi diduga ada pihak lain diluar dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Selatan yang ikut mencampuri urusan mutasi ini.

“Kayaknya mutasi kepala sekolah yang sudah dilantik ini, ada unsur kepentingan politik, buktiknya terpantau sama saya ada beberapa kepala yang dilantik tidak sesuai penempatannya di sekolah itu”. Sebut Zulmas.

Ketua PWI ini juga sangat menyayangkan terhadap didinas Pendidikan dan Kebudayaan ini yang diduga dicampuri oleh pihak lain dengan arti kata ada bekerja sama dengan pihak pihak dari luar dinas. “Baik mutasi, Rotasi atau pun sangsi, seharusnya ini murni dari keputusan peninjauan dinas Pendidikan, bukan melalui calo”. Tambah Zulmas.

Sementara kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Erdiansyah S Pd mengatakan pada Wartawan yang di Konfirmasi  di kantor PWI di Tapaktuan. Bahwa para kepala sekolah yang sudah dimutasi pada hari ini, semua itu dipercayakan kepada tim peninjau melaui bidang bidang yang ada di dinas pendidikan.

“Sebenarnya nama nama yang dimutasikan ini dipersiapkan melalui hasil tinjau Kepala Bidang, baik TK, SD maupun SMP. Kami percaya pada mereka saja dan setau saya tidak ada pihak lain yang ikut mencampuri atau melobi untuk kepala sekolah yang dimutasikan”. Sebut Erdiansyah.

Menurutnya, penempatan para kepala sekolah, murni hasil tinjau yang sesuai dengan kepentintingan untuk rumah sekolah, bukan untuk kepentingan pribadi atau kepentingan politik.

“Kalau pun ada, kami tidak pernah menanggapi pihak pihak yang melobi untuk penempatan kepala sekolah ini, kami tetap berpodoman pada hasil tinjau sesuai ketentuan kebutuhan yang selanjutnya diputuskan dalam SK Plt.Bupati Aceh Selatan”.Tutup Kadis. (MHD).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here