Tembak Residivis Dekat Kontrakan di Cimahpar, Tidak Terselamatkan

0
176
Foto: Barang bukti hasil pencurian dan kekerasaan (Curas), sepeda motor Mio digunakan untuk beroperasi dan sepeda motor CBR 150 hasil curian di Gedung Reskrimum Polda Metro Jaya, Senin (9/3/2020)

Jakarta, BMonline – Pencurian dan Kekerasan (Curas) motor kembali ditangkap oleh petugas Resmob Krimum Polda Metro Jaya. Tim Resmob Polda Metro Jaya melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap inisial AS, 28, pelaku pencurian kendaraan bermotor di kontrakannya yang berlokasi di kawasan Cimahpar, Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat.

Akibat tindakan tindakan tegas dan terukur, tersangka AS dilarikan ke Rumah Sakit Polri Jakarta Timur. “Sesampainya di Rumah Sakit Polri Jakarta Timur, nyawa tersangka tidak dapat tertolong dan dinyatakan meninggal,” ujar AKBP I Gede Nyeneng.

Sedangkan motor curiannya berasal dari kawasan Cipayung, Jakarta Timur.

Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat Humas Polda Metro Jaya, AKBP I Gede Nyeneng, mengungkapkan petugas terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur kepada tersangka yang melawan dengan senjata api.

Ketika diminta menyerah dengan tembakan peringatan, kata Nyeneng, tersangka malah mendekati arah jarak tembak untuk balas membidik, yang diarahkan ke petugas.

“Petugas kembali melakukan tindakan dengan membalas tembakan yang diarahkan ketersangka, yang sebelumnya diarahkan keatas dengan peringatan,” ujarnya, di Gedung Reskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta senin siang (9/3/2020).

Menurut dia, pelaku yang tewas bertindak sebagai pemetik atau pengambil motor. Sedangkan yang diamankan adalah joki, yang memboncengkan pemetik sekaligus mengawasi kelancaran pencurian sepeda motor.

Dari kasus ini polisi menyita dua sepeda motor. Masing-masing satu sepeda motor matic yang digunakan operasi pelaku, dan satu Honda CBR 150 yang menjadi hasil pencurian. 

Selanjutnya, kata Nyeneng, Tim Resmob Polda Metro Jaya masih mengembangkan kasus ini untuk mencari keterkaitan dengan kasus atau kelompok lainnya. Sementara, pelaku yang berhasil diamankan, kata Nyeneng, petugas menjeratnya dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan sanksi pidana maksimal 7 (tujuh) tahun. (ams)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here