Diberhentikan Tanpa Sebab, Perangkat Desa Pucungrejo Angkat Bicara

0
238
Foto : Muhamad Sudiyono dan surat putusan pengadilan serta foto surat pemberhentian dari Kepala Desa Pucungrejo, Selasa (17/3/2020).

MAGELANG, BMonline – Sejak diberhentikan tahun 2017 hingga sekarang ini, Muhammad  Sudiyono seorang Perangkat Desa, yang menjabat Kasi Pemerintahaan di Desa Pucungrejo, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, belum sama sekali menerima haknya sesuai amar putusan pengadilan PTUN. Selasa (17/3/2020)

Manurut Muhammad Sudiyono, saat ditemui beritamerdekaonline.com mengatakan, dirinya pada waktu itu diberhentikan tanpa ada penyebabnya, tiba-tiba dirinya diberhentikan. Hal tersebut di katakan secara lisan oleh Kepala Desa Pucungrejo.

“Ya tidak ada sebab waktu itu langsung diberhentikan, saya sendiri tidak tahu masalahnya kenapa saya diberhentikan,” Tutur Muhammad Sudiyono, Selasa (17/3/2020).

Akibat pemecatan itu, lanjut Sudiyono, dirinya langsung mengajukan kepengadilan melalui PTUN, hingga hasil PTUN pun dimenangkannya. Bahkan setelah putusan PTUN kepala Desa Pucungrejo, mengajukan banding di PTUN Surabaya. Namun, hal itu tetap dimenangkannya. Tetapi hasil putusan PTUN belum dijalankan Kepala Desa Pucung Rejo.

“Putusan PTUN dimenangkannya pada tanggal 23 Mei 2018 lalu, lalu pada 2 Oktober 2018 putusan banding yang diajukan Kepala Desa, di menangkan oleh saya lagi, namun hingga kini amar putusan itu tidak di jalakan oleh kepala Desa dan hak-hak saya setiap bulan belum di kasikan,” tutur Sudiyono.

Terkait pemecatan Muhammad Sudiyono, Kepala Desa Pucungrejo Mukh Ma’ruf saat di hubungi melalui wahtsaap membantah, tidak ada pemberhentian, pemberhentiannya pada waktu itu bulan Oktober, karena masa kerjanya sudah 24 tahun.

“Itu semua sudah sesuai aturan dan sesuai dengan perda juga, bahkan kita sudah memberi tali asih sesuai dengan aturan perda juga,” ucap Kepala Desa Pucungrejo.

Hal tersebut langsung dibantah Muhammad Sudiyono, uang tersebut bukanlah uang tali asih sebesar Rp 5 juta, namun uang santunan dan masih di potong Rp 300 ribu. “Saya dikasi oleh perangkat lain bukan langsung dari Kades, katanya ini uang santunan. Dan uang itu masi di potong tiga ratus ribu rupiah,” jelas Sudiyono.

Dari penelusuran beritamerdekaonline.com dilapangan, apa yang dikatakan Kepala Desa Pucungrejo bahwa tidak ada pemberhentian terhadap Muhammad Sudiyono. Namun, dari data yang di peroleh, ditemukan surat pemberhentian Muhammad Sudiyono, dengan nomor surat keputusan kepala Desa Pucungrejo : 188.4/20/010/X/2017, tentang Pemberhentian dengan hormat Saudara Muhammad Sudiyono sebagai perangkat Desa dalam Jabatan kepala seksi Pemerintahan Desa Pucungrejo, yang ditetapkan 23 Oktober 2017.

Sedangkan dalam mikanisme pemberhentian perangkat Desa tidak bisa dilakukan sewenang-wenang. Hal itu sudah diatur dalam UU Nomor 6/2014, PP No. 43 tahun 2015, Pemendagri Nomor 83 tahun 2015, serta Perda Nomor 2 tahun 2016, Perda No. 1/2017 dan Perbup Nomor 18/2017. (BD).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here