Kabupaten Batang melaksanakan Patroli Gabungaan, Percepat Penanganan Covid 19

0
223
Foto : Dok humas Pen-dim 0736/Btg

BATANG, BMonline – Kasdim 0736/Batang Mayor Inf Raji menjadi ketua team Giat Patroli gugus tugas percepatan penanganan  covid 19 di wilayah Kabupaten Batang, patroli gabungan TNI , Polri, Satpol PP dan forkopimcam bertujuan untuk memberi himbauaan kepada masyarakat tentang virus corona, patroli kali ini dibagi   menjadi 4 kelompok, sebelum melaksanakan patroli anggota patroli melaksanakan apel terlebih dahulu di pendopo Kabupaten Batang, Senin (23/03/20)

Pada kesempatan Camat Subah, Wahyu Setyo Utomo S.Sos menyampaikan, bahwa pada tanggal 20 kemarin sudah melaksanakan rapat koordinasi lintas sektoral dari pemerintah Kecamatan juga membuat grup kaitannya dengan virus corona ini disebut dengan group “Si Gesit”.

“Maksudnya jajaran dinas dan kepala desa lebih mudah konfirmasi  tentang adanya corona. ” Tuturnya

“Sudah diadakan penyemprotan di 17 desa  dan di fasilitas umum kantor kantor desa masjid , mushola , dan sekolahan. Selain diadakan penyemprotan juga sudah disebarkan MMT, naskah pada sholat jum’at kemarin berisikan tentang virus corona yang sekarang sedang mewabah di dunia. secara umum pemerintahan Kecamatan  Subah sudah memberikan informasi virus corona kepada 17 desa,” Ujar Wahyu Setyo Utomo

Sementara itu, Kasdim 0736 Mayor Inf. Raji selaku ketua tim mengungkapkan, bahwa Kasdim 0736 Batang datang ke Kecamatan subah atas himbauan dari pemerintahan Kabupaten Batang untuk membantu, memantau pelaksanaan kegiatan yang sudah dimana- mana terjadi.

“Kali ini kita sudah melihat berita entah itu polisi tentara, Dokter,  apalagi masyarakat semuanya sudah  kena dengan virus corona,” Kata Kasdim.

“Jadi virus ini tidak pandang bulu, Orang sehat pun bisa menebarkan virus corona karena kita semua tidak tahu seperti apa virusnya, karena tidak bisa dilihat oleh mata. Untuk itu kita memberikan informasi kepada masyarakat supaya tidak bergerombol dan pergi ketempat keramaian dengan cara yang baik dan santun,” jelas kasdim

Dr. Ida dari puskemas Subah juga menyampaikan dan menginformasikan, untuk puskesmas subah yang masuk dalam ODP  satu orang, kalau yang lainya tidak istilah 0DP atau PDP itu masih rancu setiap orang dari luar kota atau luar negri tidak masuk dalam ODP, jadi orang yang dari negara yang terjakit virus itu masuk karantina selama 14 hari. Per hari ini ada 31 orang yang di observasi atau di karantina, bukan ODP.

“Apabila ada orang yang punya gejala batuk dan pilek baru pulang dari luar negeri, sudah tentu kita masukkan dalam ODP,”  Tuturnya.

Ia juga mengatakan, “Si gesit” itu sendiri singkatan dari Diskusi dan Gerakan Mendeteksi Resiko Tinggi. Dengan harapan informasi yang didapat dari group si gesit akan diteruskannya ke kepala Desa ketingkat sampai bawah akan mengetahui informasi secara cepat tentang virus corona.

“Karena untuk sekarang ada aturan  berkunjung di rumah sakit tidak boleh,  yang menunggu pasien pun dibatasi cuma dua orang. Langkah yang dibuat Puskesmas subah dengan cara membuat konsep tulisan kemudian disebarkan ke pasar, mushola mushola  agar disampaikan melalui pengeras suara,” Ucap Ida.  (Pen-dim 0736/Btg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here