Virus Corona Ganggu Ekspor Batik Lasem

0
108
Foto : Pembatik sedang melakukan proses canting di salah satu industri rumahan batik tulis Lasem. Rabu (25/3/2020). (Muhammad Minan Bashori).

REMBANG, BMonline – Ditengah merebaknya virus corona atau Covid-19 di berbagai Negara, membuat para pelaku usaha di Indonesia kelimpungan. Sebab, virus yang berasal dari Wuhan, China itu telah berhasil memukul perekonomian dalam Negeri, Khususnya di Kabupaten Rembang Jawa Tengah. Rabu (25/3/2020)

Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu pelaku ekspor batik Lasem, Nur Rohman mengatakan dengan adanya pandemi Covid-19 ini menurutnya sangat mempengaruhi kegiatan ekspor barang. Pasalnya, antara pihaknya dan pihak buyyer sama – sama low respon.

“Low respon artinya tetap ada order. Namun, trafiknya tidak cepat seperti sebelumnya,” ungkapnya.

Jadi, lanjut Nur Rohman antara order, penanganan dan pengiriman barang sama – sama ada keterlambatan. Sehingga setelah adanya pandemi Covid-19 ini otomatis berpengaruh pada omset penjualannya.

Sementara itu, kata Nur Rohman, usaha batiknya sudah melakukan ekspor hingga ke Negara tetangga, yakni Malaysia dan Singapura. Terkait kenaikan nilai tukar rupiah ke dolar Amerika Serikat, pihaknya tidak merasa berpengaruh.

“Karena ketika melakukan proses negosiasi dengan buyyer, pihaknya langsung menggunakan kurs rupiah, jadu tidak menggunakan dolar,” jelasnya.

Nur Rohman menambahkan, untuk jenis batik yang banyak diminati adalah jenis batik kontemporer. Untuk selera yang di pesan para desiner adalah motif batik yang memiliki alur cerita.

“Untuk harga selembar batik premium berkisar Rp 7 juta sampai Rp 8 juta,” pungkasnya. (Minan).

Penulis : Minan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here