APD Sulit Didapatkan, Penjahit di Rembang Kebanjiran Pesanan

0
573
Foto : Salah satu penjahit rumahan yang ada di Kabupaten Rembang Jateng saat memamerkan APD hasil produksinya, Kamis (26/3/2020). (Muhammad Minan Bashori).

REMBANG, BMonline – Setelah wabah virus corona atau Covid-19 melanda tanah air, beberapa Rumah Sakit di tanah air mengaku kesulitan mendapatkan Alat Pelindung Diri (APD) yang dipakai khusus untuk para tenaga medisnya. Kamis (26/3/2020)

Mengatasi hal tersebut beberapa   Rumah sakit mulai berinisiatif menyediakan sendiri APD untuk para tenaga medisnya. Akibatnya beberapa penjahit rumahan di Kabupaten Rembang dibanjiri pesanan APD.

Hal tersebut di ungkapkan Ika Atiqoh (45) warga Desa Mojorembun, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang Jateng. Ia mengaku mendapatkan banyak pesanan sampai ribuan Alat Pelindung Diri (APD) dari berbagai Rumah sakit.

Tak hanya menerima pesanan dari Rumah sakit yang ada di Rembang saja, ia juga mendapatkan banyak pesanan dari berbagai Rumah sakit mulai dari berbagai Kabupaten di Jawa tengah sampai Luar Jawa. Yakni Rumah Sakit Semarang, Purwodadi, Pekalongan, Jogja hingga Bali dan Mataram.

“Kalau Rumah Sakit di Kabupaten Rembang, baru saja pesan 1200 baju APD, awalnya cuma pesan 100 buah. Akan tetapi setelah saya tunjukan contohnya ternyata cocok, lantaran bahannya tidak tembus air akhirnya minta penambahan pesanan,”ucap Ika saat ditemui di rumahnya.

Namun, lanjut Ika karena keterbatasan produksi, ia mengaku baru akan mengirimkan total 100 APD terlebih dulu. Untuk pesanan baju APD rumah sakit Rembang baru pesan antara dua hari lalu. Sementara dari rumah sakit luar Kabupaten Rembang sudah melakukan pemesanan satu pekan lalu.

” Saat ini sedang mengerjakan pesanan 1000 baju APD untuk Rumah sakit di Pekalongan, 3000 untuk Bali dan 500 untuk Jogja, selain itu juga ada pesanan 2000 masker dari Purwodadi dan Semarang,” bebernya.

Ika menambahkan lantaran keterbatasan produksi, ia mengaku membagi – bagikan pesanan tersebut di beberapa penjahit di Rembang agar daerah kebagian semua. Setiap terkumpul 100 APD, ia langsung mengirimkan ke Pemesan.

“Saya mengajak teman – teman sesama penjahit di Rembang untuk membantunya, ada 100 penjahit yang tersebar di Kecamatan Kaliori, Sumber, Lasem dan Rembang kota,”terangnya.

“Untuk pola baju dan ukurannya semua sama, untuk bahannya saya potong di Kudus. Karena proses memotong bahannya menggunakan mesin , jadi bisa ratusan sekali potong. Kalau manual pakai gunting lama mas,” jelasnya.

Ika menjelaskan harga baju buatannya ini dijual murah yakni Rp 55.000 untuk yang berbahan baku spondbund, dan yang berbahan baku parasit lebih mahal dikarenakan susah saat proses menjahitnya. Maka dari itulah dirinya merangkul lebih banyak penjahit untuk mengerjakan APD Spondbond ini.

“Niatnya bukan mencari keuntungan, tapi ingin membantu Pemerintah dalam hal memerangi virus corona atau Covid-19 ini,”imbuhnya.

Sementara itu,  penjahit lainnya AlHusna (27) warga desa Purworejo, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang Jateng mengakui baru mendapatkan pesanan APD selasa (24/3/2020) lalu.

“Sehari bisa menghasilkan 30 baju APD berbahan spondbund, untuk yang berbahan parasit, sehari tidak bisa menghasilkan banyak, dikarenakan bahannya licin,” jelasnya.

“Untuk ongkos jahitnya sendiri, satu baju APD berbahan spondbund dirinya mendapatkan Rp 5000, sedangkan APD berbahan parasit dirinya mendapatkan Rp 8000, semua bahan baku sudah disediakan dan sudah dipotong,”pungkasnya. (Minan)

Penulis : Minan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here