Diduga Pemakaman Kremasi Jenazah, Positf Terjangkit Virus Covid-19, Keluarga Tidak Beritahu Petugas

0
588
Foto : Lokasi pemakaman Gunung Cina, tempat pemakaman Zenajah yang diduga terjangkit virus Covid 19, Kamis (26/3/2020). (Candra).

MAGELANG, BMonline – Pemakaman jenazah kremasi oleh petugas pemakaman Gunung Cina di Dusun Ngremame, Desa Jumoyo, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Kamis (26/3/2020).

Humas Polsek Salam Polres Magelang, Bripka Novi saat di hubungi Beritamerdekaonline.com, membenarkan informasi bahwa ada pemakaman kremasi di gunung Cina pada tanggal 24/3/2020 kemarin.

“Memang benar ada petugas pemakaman di Gunung Cina melakukan kremasi jenazah keamrin yang berjumlah 6 orang dan pihak keluarga jenazah berjumlah 5 orang,” jelasnya.

Lebih lanjut Novi mengatakan, Ia belum berani memberikan informasi ke awak media perihal informasi jenazah yang dikremasi itu positif meninggal karna sakit virus covid-19.

“Kita memang tidak hubungi media karena takut salah, lebih detail nya bisa di tanyakan langsung ke pihak Puskesmas Salam, Kabupaten Magelang,” imbuhnya.

Dari pantauan BMO, petugas pemakaman Gunung Cina di Dusun Gremeng, Desa Jumoyo, Magelang, bernama Surip mengungkapkan, bahwa ia menerima telpon dari PUKJ Jogjakarta tentang rencana penyerahan jenazah dari Rumah Sakit Panti Rapih Jogjakarta, untuk di lakukan kremasi di pemakaman Gunung Cina.

Lanjut Surip, sekitar pukul 14.00 WIB, mobil ambulan datang dengan membawa jenazah dengan diantar pihak keluarga lima orang dan langsung di terima diangkat oleh dirinya dan enam petugas pemakaman yang lainya.

“Kalau keterangan dari pihak keluarga, memberikan keterangan kepada pihak, bahwa jenazah  memiliki riwayat penyakit jantung,” jelasnya.

Setelah memakai sarung tangan dan topi, Kata Surip, petugas pemakaman langsung melakukan prosesi kremasi, sedangkan prosesi mengurusi kremasi setelah lima orang petugas lainnya, pulang ke rumah masing masing.

“Saya tidak tau kalau jenazah terpapar virus corona covid-19 dari pihak keluarga jenazah beri keterangan ke kami, bahwa yang bersangkutan punya riwayat sakit jantung. Setelah hari rabu kemarin selang satu hari di kremasi baru di ketahui ada kabar jenazah terpapar covid-19,” jelas Surip.

Sementara dari pihak Puskesmas Salam, Kabupaten Magelang, sudah mengambil langkah mendatangi Surip, meminta penjelasan kronologi kedatangan jenazah hingga prosesi kremasi.

“Saya menghimbau ke Surip dan teman teman petugas kremasi, untuk melakukan isolasi mandiri dengan tidak keluar rumah dan kontak dengan keluarga dan warga sekitar. Segera memeriksakan diri bila terjadi demam flu dan batu,” jelasnya. (Candra)

Penulis : Candra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here