Gara-Gara Video Viral Anggota DPRD Blora, Aktivis Blora Lakukan Aksi Jalan Kaki Pakai APD

0
83
Foto : Beberapa aktivis dari Kabupaten Blora yakni Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) saat melakukan aksi jalan kaki dari Alun - Alun Blora menuju gedung DPRD Blora. Kamis (26/3/2020). (Muhammad Minan Bashori).

BLORA, BMonline – Setelah viral video  sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blora, Jawa Tengah beberapa pekan lalu, yang marah – marah saat akan diperiksa oleh petugas kesehatan diterminal Padangan, akhirnya menuai banyak protes dari berbagai kalangan masyarakat. Kamis(26/3/2020)

Setelah viralnya video tersebut, membuat kaum buruh migran merasa dilecehkan oleh perkataan oknum anggota DPRD dari partai Hanura Warsit.

Tak hanya itu, beberapa protes juga dilayangkan oleh sejumlah aktivis dari Kabupaten Blora yang mengatasnamakan Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) yang dipimpin oleh Eko Arifiyanto.

Pihaknya melakukan aksi jalan kaki dari Alun – Alun Blora menuju gedung DPRD yang berjarak hanya kurang lebih 4 KM. Uniknya, dalam aksi tersebut mereka mengenakan baju Alat Pelindung Diri (APD) lengkap dari jas hujan hingga masker safety.

Dalam aksinya, mereka membentangkan spanduk bertuliskan ‘Kenekatan kunker DPRD Blora ke Lombok dan penolakan pemeriksaan oleh Dinkes adalah bukti tidak adanya empati dan pembangkangan hukum terhadap Pemerintah Republik Indonesia, pada penanggulangan wabah penyakit menular Covid-19’.

Ketua Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM), Eko Arifianto mengatakan kami dari GERAM sudah melayangkan surat kepada badan kehormatan (BK) DPRD Blora, untuk segera memproses oknum anggota DPRD yang marah marah saat diperiksa.

“Saya berharap BK segera bertindak keras terhadap oknum yang telah menghina dan merendahkan kaum buruh migran,”imbuhnya.

Menurut Eko Arifianto, oknum tersebut telah menghina kaum buruh migran dengan ucapan kasar, dan merendahkan kaum buruh. Sedangkan

surat protes keras dari Geram itu sudah diterima langsung oleh ketua BK Mujoko dari Partai bergambar Kepala Banteng moncong putih dan ketua DPRD Blora.

“Saya terima surat ini, akan saya rapatkan dulu dengan Badan Musyawarah (Bamus) dan Badan Kehormatan (BK) hasilnya nanti saya beritahu,” kata Mujoko

Sementara itu, Ketua DPRD Blora H.M Dasum meminta maaf atas kekasaran oknum anggota DPRD dari partai Hanura yang videonya viral di media sosial, media cetak, Online maupun TV beberapa waktu lalu.

“Saya selaku yang dituakan meminta maaf atas viralnya video tersebut, dan kami akan tindak lanjuti semua laporan yang sudah masuk dan kami terima,” pungkasnya. (Minan)

Penulis : Minan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here