Perusahaan ‘Siluman’ Berkeliaran Di Areal Pabrik PT. GSS Subulussalam

0
303

Subulussalam, BMonline – Beberapa perusahan jenis Perusahaan Terbatas (PT) dan Perseroan Komanditer atau ‘CV’ yang bergerak di bidang Supplier (SP) jual beli Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kota Subulussalam di duga menyalahi aturan (siluman), karena tidak melengkapi syarat-syarat administrasi perusahaan.

Hal ini, di temukan saat tim wartawan BMonline melakukan penelusuran di areal Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) PT. GSS di desa Dasan Raja Kecamatan Penanggalan Kota Subulussalam Selasa (24/03/2020). 

Sejumlah sumber yang tidak mau ditulis namanya kepada BMonline mengatakan, seperti Perusahaan Supplier (SP) atas nama CV. NP/GSM dan CV NP/GSO, merupakan perusahaan yang berinduk di Kota Pekan Baru Provinsi Riau, namun tidak melengkapi persyaratan administrasi, kendati telah beroperasi di Kota Subulussalam selama bertahun-tahun.

Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPPP) Subulussalam bagian Asko II (tidak mau di tulis namanya) saat di hubungi BMonline melalui telepon seluler, Selasa pukul 11.08 AM tanggal (25/03/2020) mengatakan, semua perusahan, baik PT maupun CV dari luar daerah Subulussalam di wajibkan mendaftarkan NPWP untuk cabang di wilayah kerjanya.

Tujuannya kata dia, mereka (perusahaan) harus terdaftar dan berkantor resmi di wilayah dia beroperasi, sehingga pihak dirjen pajak tidak susah melakukan pengawasan mereka yang terdaftar sebagai peserta wajib pajak.

Di tegaskan, terlepas perusahaan tersebut sudah berpenghasialan di atas Rp 4,5 miliyar pertahun atau tidak, tetapi jajaran Dirjen Pajak melalui KPPP Subulussalam sudah menyurati semua perusahaan dari luar daerah yang beroperasi di Kota Subulussalam.

“Kami tau semua nama-nama perusahaan yang bapak sebutkan itu, dan semua sudah kita surati. Namun masih ada perusahaan yang tidak mengindahkan. Padahal tujuan kita,

setelah mereka mendaftarakan NPWP cabangnya, lansung di kukuhkan sebagai PKP (Perusahaan Kena Pajak), ujarnya.

Secara terpisah, Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (KP2TSP) Kota Subulussalam Asrul Assani, S.STP. M.Si melalui sekretaris Maryudi, S.Sos di hubungi BMonline via telepon seluler Rabu (25/03/2020) menjelaskan, atas nama CV NP/GSM dan CV NP/GSO sama sekali tidak memiliki izin beroperasi sebagai Supplier TBS kelapa sawit di Kota Subulussalam.

Menurut Maryudi, perusahaan atas nama CV. NP/GSM dan CV. NP/GS sebenarnya sudah menyalahi aturan. Semestinya sebut Maryudi, sebelum perusahaan tersebut beroperasi, terlebih dahulu mengurus Surat Izin Tempat Usaha (SITU), Surat Izin Usaha Perdaganan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) cabang Subulussalam.

Selanjutnya tambah Maryudi, mereka (perusahaan) harus memiliki izin dari mana asal usul buah kelapa sawit yang di peroleh untuk di bawa ke pabrik dimana dia menjalin kerja sama atau kontrak.

“Perusahaan itu (CV.NP/GSM dan CV.NP/GSO) tidak ada memiliki izin di Kota Subulussalam. Padahal itu merupakan kewajibannya mengurus SIUP, SITU dan TDP serta izin beroperasi pembelian buah kelapa sawit yang akan di jual ke pabrik. Artinya, kalau kita masuk ke rumah orang haruslah kita ucapkan salam” tandas Maryudi.

JSM (40) selaku kepala perwakilan/pengurus sekaligus penanggungjawab CV. NP/GSM dan CV. NP/GSO cabang Provinsi Riau di Kota Subulussalam di hubungi BMonline melalui telepon seluler tidak di respon. Kemudian, wartawan BMonline coba konfirmasi melalui pesan singkat via aplikasi Whatapps Rabu (25/03/2020) juga belum berhasil di balas, hingga berita ini di kirimkan.(Pundeh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here