Resepsi Pernikahan di Blora Dibubarkan Paksa Polisi

0
1642
Foto : Anggota Polsek Kunduran, Kabupaten Blora Jateng saat mendatangi lokasi resepsi pernikahan. Kamis (25/3/2020). (Muhammad Minan Bashori).

BLORA, BMonline – Kepolisian Sektor (Polsek) Kunduran, Kabupaten Blora, Jawa Tengah akhirnya bertindak tegas membubarkan paksa acara resepsi pernikahan beserta orkes musiknya yang berada dirumah salah satu warga desa Karanggenengeneng, Kecamatan Kunduran. Kamis (26/3/2020)

Hal itu dilakukan setelah adanya maklumat Kapolri untuk melarang warga melakukan kegitan hajatan

guna mencegah kegiatan yang mengumpulkan banyak masyarakat ditengah wabah virus corona atau Covid-19.

Sebelumnya, petugas dari Polsek Kundurun sudah memberikan edaran maklumat dari Kapolri dan telah mendatangi secara baik – baik memperingatkan agar jangan melakukan kegiatan yang mengundang masa termasuk resepsi itu.

Mengingat situasi negara dalam kejadian luar biasa (KLB) dan sedang menggalakan pencegahan atau memotong rantai penularan corona virus desease (covid-19).

Kapolsek Kunduran Lilik Eko S melalui Kanit Reskrim Aiptu Edi Sutrisno mengatakan sebelumya setelah diperingatkan acara live musik berhenti, namun setelah petugas pulang, mereka main lagi seolah mengejek petugas.

“Saya sesuai SOP sudah memperingatkan warga, kalau punya hajatan besar ditunda dulu, untuk mengurangi kegiatan yang mengundang kerumunan warga,” terangnya.

Edi sutrisno menambahkan dikarenakan banyak yang melaporkan tentang acara resepsi tersebut, dengan terpaksa petugas datang kembali untuk menghentikan paksa dengan menyita orgen dan dibawa ke Mapolsek Kunduran.

“Karena banyak yang lapor dan banyak menuai protes dari berbagai kalangan terpaksa kami menyita orgennya biar berhenti, dan bisa buat pelajaran yang lain,” beber Aiptu Edi.

Sementara itu, Syaiful Anam sebagai pimpinan rombongan kru musik dari purwodadi menjelaskan karena alat musiknya disita, rombonganya datang ke Mapolsek Kunduran untuk dimintai keterangan.

“Sebenarnya saya sudah tahu aturanya, kami hanya memastikan datang ketempat itu, menanyakan siapa yang harus bertanggung jawab, kami minta maaf atas kejadian ini,”ungkapnya.

Dirinya, lanjut Syaiful mengaku di Kabupaten Purwodadi juga sebagai tenaga medis. Dia juga setuju dengan adanya himbauan dan tindakan tegas dari aparat Kepolisian.

“Saya pribadi setuju dengan adanya himbauan ini. Karena saya juga tenaga medis, ini sebatas hanya salah paham ,”pungkasnya. (Minan)

Penulis : Minan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here