Bupati Sarkawi: Tidak Punya KTP Bener Meriah, Namun Memiliki Tugas Strategis Diperbolehkan Masuk

0
232
Foto: Bupati Bener Meriah Sarkawi

Redelong , BMonline – Bupati Bener Meriah Tgk H Sarkawi memerintahkan kepada petugas di pintu masuk Kabupaten Bener Meriah, selain mendeteksi gejala Covid-19 juga wajib memeriksa KTP.

“Yang bukan KTP Bener Meriah dan Aceh Tengah tidak diizinkan masuk ke kabupaten ini, kecuali bagi para pelaku ekonomi yang mendesak, seperti pemasok beras, atau sembako lainnya,” ujar Bupati Sarkawi kepada wartawan, Minggu (29/3/2020) yang diteruskan oleh Kabag Humas dan Protokol Setdakab Bener Meriah, Wahidi SPd MM.

Lanjut Bupati Sarkawi, untuk yang tidak memiliki KTP Bener Meriah namun memiliki tugas startegis seperti, ASN, petugas administrasi negara dan instansi lainnya yang bertugas di Bener Meriah serta dibuktikan tanda pengenal instansi atau surat keterangan dari pimpinan masing-masing diperkenankan melakukan aktifitas seperti biasa.

Bagi distributor/pemasok bahan kebutuhan pangan diperkenankam masuk ke Bener Meriah dengan menunjukkan indentitas dan surat jalan dari pimpinan.

Keadaan ini berlaku sejak Minggu (29/3/2020) sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Selain itu, Bupati juga menghibau kepada para Reje Kampung wajib memantau perkembangan masyarakat yang baru melakukan perjalanan dari luar (wilayah terdampar) dan apabila tidak diindahkan oleh Reje tersebut akan diberikan sanksi.

Tambah Bupati Sarkawi, warga yang melintasi wajib masuk Vacum Disinfektan untuk sterilisasi.

Sebelumnya juga Wakil Ketua Tim Bidang Informasi dan Publikasi Gugus Tugas Penanganan Penecegahan virus corona (Covid-19) Kabupaten Bener Meriah, Wahidi SPd MM kepada wartawan terkait meningkatnya jumlah orang yang masuk ke kabupaten Bener Meriah yang rata-rata dari daerah terjangkit Covid-19 ini, pemerintah telah mengambil langkah-langka strategis untuk memutus rantai penyebaran virus corona.

Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kabupaten Bener Meriah hingga Sabtu (28/3/2020) sekira pukul 17.00 Wib telah mencapai 30 orang.

“Mereka yang berstatus ODP ini, riwayat perjalanan dari Malang, Jakarta, Medan, Jawa Timur, dan Banda Aceh,” kata Wahidi.

Tambah Wahidi, mereka yang berstatus ODP Covid-19, dari 30 orang, sebanyak 29 orang di antaranya melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing.

Sedangkan satu ODP setelah sempat menjalani pemantauan pihak RSUD Munyang Kute, tadi malam kembali di rujuk ke RSUD Datu Beru Takengon Aceh Tengah.

“Pasien yang diisolasi ini, alami gelaja demam, batuk, dan tenggorokan sakit,” kata Wahidi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan, ODP yang diisolasi ini riwayat perjalanannya dari Bener Meriah ke Medan, dan sebaliknya kembali lagi ke Bener Meriah.

Setelah melakukan karantina mandiri di rumah selama 14 hari, ODP ini alami demam, batuk, sesak.

Sebelumnya, Sabtu (28/3/2020) ODP ini melakukan pemeriksaan diri ke salah satu Pukesmas di Bener Meriah.

Setelah itu ODP tersebut langsung dirujuk ke RSUD Muyang Kute setelah itu malamnya langsung dirujuk kembali ke RSUD Datu Beru Takengon, Aceh Tengah.

Terkait bertambahnya ODP Covid-19 di daerah ini, kata Wahidi pemerintah akan memperketat jalur masuk ke Kabupaten Bener Meriah, terutama di Perbatasan, dan Bandara Rembele.

“Apabila ada laporan gejala ODP Covidi-19, medis langsung mendatangi alamat dan melakukan pengecekan,” ujar Wahidi.

Selanjutnya kata Wahidi untuk mengatisipasi dan menimalisir Covid-19 pihaknya terus melakukan pemantauan bagi yang sudah ODP.

Sekarang ini, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah juga melakukan penyemprotan disinfektan di setiap bus dan mobil L300 yang akan keluar dan masuk ke kabupaten ini, sebut Wahidi.

Ia juga menambahkan, untuk meminimalisasi aktifitas malam, maka lampu jalan utama akan dimatikan terhitung hari ini, dan ini sudah dilakukan koordinasi oleh Bupati dengan Kapolres Bener Meriah. (Man)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here