banner 1028x90

Antisipasi Covid-19, Ini Kebijakan yang Dikeluarkan OJK

Pertemuan OJK Provinsi Bengkulu dengan Gubernur Bengkulu.

Bengkulu, BM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu bertemu dengan Gubernur Rohidin membahas perihal koordinasi kebijakan OJK terkait stimulus perekenomian di sektor jasa keuangan sebagai antisipasi dampak covid-19.

Kepala OJK Provinsi Bengkulu Yusri menyampaikan kepada Pemerintah Daerah tentang adanya kebijakan OJK terkait stimulus perekonomian untuk industri perbankan dan non bank, yaitu keluarnya POJK Nomor 11/POJK.03/2020 dan mulai berlaku sejak tanggal 13 sampai dengan 31 Maret 2020.

“Meskipun di Provinsi Bengkulu belum ada masyarakat yang dinyatakan positif covid-19, namun kepada perbankan tetap diminta mempersiapkan kebijakan internal masing-masing untuk mengimplementasikan POJK dimaksud sekaligus antisipasi kemungkinan nasabahnya terdampak wabah corona, apakah itu terkait ASN atau masyarakat umum, apalagi ditengarai saat ini sudah terdapat 19 ODP dan 3 PDP,” sampai Yusri, di Gedung Daerah Balai Raya Semarak Bengkulu, Senin (23/3/2020).

Kebijakan dimaksud, kata Yusri, merupakan relaksasi dari ketentuan sebelumnya, dengan tujuan untuk mendorong optimalisasi kinerja perbankan, khususnya fungsi intermediasi, menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Pemberian restrukturisasi kredit/pembiayaan, kebijakan ini juga sekaligus menjadi sebuah keringanan, bukan hanya bagi bank, tapi juga bagi nasabah. Karena kualitas kreditnya hanya dinilai dengan 1 pilar saja, yaitu ketepatan membayar pokok dan/atau bunga, dan juga dimungkinkan untuk direlaksasi,” jelasnya.

Sedangkan kebijakan sebelumnya, lanjutnya, kualitas kredit didasarkan pada 3 pilar, yaitu ketepatan bayar, prospek usaha dan kondisi debitur. Selain menyampaikan kebijakan diatas, pihaknya juga memberitahukan langkah-langkah antisipatif yang telah dan sedang dilakukan oleh Kantor OJK Bengkulu antara lain berlakunya kebijakan work from home, pembatasan jam operasional, kegiatan antisipasi penyebaran covid-19 dan lainnya.

“Hal ini juga dilakukan oleh perbankan di wilayah kerja Provinsi Bengkulu,” ungkapnya.

Dari hasil pertemuan tersebut, kata Yusri, Gubernur meminta kepada OPD terkait untuk menyosialisasikan kebijakan OJK tersebut kepada para ASN.

“Pak Gubernur juga meminta kepada kita untuk terus melakukan sinergi dan koordinasi dengan pemerintah daerah, dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi. Meskipun kondisi wabah ini terjadi dan tidak dapat diprediksi kapan akan berakhir,” tutupnya.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by ExactMetrics