Ramah Lingkungan, Masjid Jami Lasem Gunakan Disinfektan Berbahan Herbal

0
680
Foto : Jamaah Shalat Jumat di Masjid Jami Lasem disemprot disinfektan dari bahan dasar sari daun Sirih sebelum memasuki area masjid. Jumat (3/4/2020). (Muhammad Minan Bashori).

REMBANG, BMonline – Kabupaten Rembang, Jawa Tengah sudah ditetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Covid-19, kegiatan Shalat Jumat di Masjid Jami Lasem tetap berjalan dengan seperti biasanya. Namun, ada protokol kesehatan yang harus dilakukan oleh jamaah yang datang ke masjid Jami Lasem mulai hari ini. Jumat (3/4/2020)

Pengurus Masjid Jami Lasem telah menyediakan bilik penyemprotan disinfektan mulai hari ini, untuk jamaah yang datang ke masjid wajib masuk ke bilik terlebih dahulu untuk disterilkan. Akan tetapi ada hal berbeda, cairan disinfektan yang dipakai tersebut tak berbau menyengat dan jika terkena kulit juga tak terasa lengket.

Salah satu pengurus Masjid Jami Lasem, Abdullah Hamid mengatakan penyemprotan disinfektan berbahan dasar herbal baru dilakukan hari ini, sebelumnya, pada Jumat pekan lalu, penyemprotan dilakukan dengan menggunakan disinfektan hasil pabrikan.

“Jumat pekan lalu, kita sudah lakukan penyemprotan disinfektan, namun tak memakai bilik, baru hari ini kita menyediakan bilik untuk para jemaah yang akan memasuki area masjid,”katanya.

“Untuk bahan pembuatan cairan disinfektan herbal, pengurus masjid Jami menggunakan air rebusan daun sirih,”ungkapnya.

Menurutnya, lanjut Abdullah pemilihan menggunakan bahan dasar daun sirih dinilai lebih aman. Sesuai hasil rapat takmir nazir, pihak masjid sepakat untuk membuat disinfektan sendiri, kebetulan ada salah satu karyawan yang kreatif.

“Untuk penyemprotan otomatis di bilik, mungkin dilakukan untuk hari Jumat saja, sedangkan hari – hari biasa kita pakai manual saja yakni pakai hand sanitizer,”terangnya.

Abdullah menambahkan sekali produksi pembuatan cairan disinfektan herbal kita menghabiskan 50 liter air dan beberapa keranjang daun sirih. Untuk proses pembuatannya, daun sirih sebelumnya sudah di cincang terlebih dulu kemudian direbus, lalu sari air rebusan itulah yang nantinya kita gunakan untuk penyemprotan dibilik tersebut.

“Untuk kelangsungan dalam hal pencegahan Covid-19 ini kita tidak mungkin hanya bergantung dengan bantuan saja, hal tersebut juga menindak lanjuti setelah adanya larangan bahwa disinfektan hasil pabrikan dilarang disemprotkan ke tubuh manusia, karena jika menggunakan disinfektan herbal ini lebih aman untuk manusia, kenapa tidak,” pungkasnya. (Minan)

Penulis : Minan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here