Sangketa Tapal Batas Dua Desa Disepakati, Dikawasan Proyek Strategis Nasional di Aceh Utara

0
229

Lhokseumawe, BMonline – Sejumlah perwakilan warga dari kawasan pembangunan Poyek Strategis Nasional (PSN) Waduk Keureuto, Aceh Utara, melakukan pertemuan membahas sengketa batas kecamatan, Rabu (22/4). Kedua belah pihak akhirnya setuju, penetapan batas berpedoman pada peta Topdam.

Sekdakab Aceh Utara Abdul Azis, SH, MM usai pertemuan di Lhokseumawe menjelaskan, penyelesaian sengketa tersebut penting, untuk kelancaran pembangunan waduk sebagai proyek strategia Nasional.  Pemkab Aceh Utara telah memediasi pertemuan penyelesaian sengketa batas Gampong Blang Pante, Kecamatan Paya Bakong, dengan Gampong Plue Pakam, Kecamatan Tanah Luas.

Menurut Sekdakab, kedua pihak akhirnya setuju batas kedua kecamatan itu, sesuai dengan peta Topdam. Menurutnya, peta tersebut lebih akurat dibandingkan dengan peta lainnya. “Ya, telah setuju dengan peta Topdam karena lebih akurat,” jelas Sekdakab Aceh Utara.

Sementara itu, Ketua Lembaga Tuha Peut Gampong Blang  Pante Sulaiman menjelaskan, pihaknya setuju dengan peta Topdam, karena telah sesuai dengan peta yang dipegang warga Blang Pante. “Peta yang ada sama kami, sama dengan peta Topdam,” kata Ketua Tuha Peut.

Peta yang selama ini dijadikan pedoman warga Blang Pante diantaranya, peta kawasan perkebunan, peta amdal bangunan proyek dan peta rencana pembangunan Aceh Utara. Sementara dari Kecamatan Tanah Luas, menurut dia, tidak menyerahkan peta pedomannya.

Sulaiman juga menjelaskan, menurut peta, Kawasan Alue Krueng dan Kawasan Alue Tualang masuk dalam Blang Pante. Sementara kedua kawasan tersebut masuk dalam pembangunan Waduk Krueng Keureuto. “Kita tunggu keputusan bupati,” sebut dia. Sulaiman mengharapkan keputusan itu tidak akan mendzolimi warga.

Penulis: (Azwar Kadiron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here