Ike Farida: Hindari Tsunami PHK, Selamatkan Pekerja Dan Pengusaha

Foto : Ketua Umum HKHKI, Ike Farida (baju berwarna biru) saat memberikan penjelasan ketenagakerjaan, beberapa waktu lalu, Jakarta (11/4/2020). (Amos).

JAKARTA, BMonline – Himpunan Konsultan Hukum Ketenagakerjaan Indonesia (HKHKI) berpendapat bahwa himbauan Menteri Ketenagakerjaan RI, Gubernur DKI dan instansi lainnya akan sangat sulit untuk diimplementasikan.

Menurut Ketua Umum HKHKI, Ike Farida, pemerintah harus atasi bagaimana cara hindari Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), bukan pasca PHK. Artinya Kartu Prakerja yang sekarang disiapkan tidak tepat sasaran.

“Kartu Pra kerja bukan solusi agar tidak terjadi PHK, melainkan hanya subsidi dan fasilitas berupa pelatihan untuk meningkatkan kompetensi kerja, bukan untuk menggaji pengangguran,” tegasnya lewat rilisnya, di Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (11/4/2020).

Menurut data Kemnaker per 9 April 2020, dampak pandemi COVID-19 jumlah perusahaan yang merumahkan pekerja dan PHK sebanyak 78.174 perusahaan dengan jumlah pekerja/buruh sebanyak 1.427.067 orang.

Ike Farida meyakini, bahwa jumlah data sebenarnya jauh lebih besar dari angka tersebut. Karena belum semua perusahaan melaporkan dan tidak semua pekerja punya energi untuk lapor ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) atas PHK yang dialaminya.

Selain itu pekerja tahu, saat ini sebagian besar petugas disnaker tidak bekerja dikantor, hanya yang tugas piket saja yang datang dan melayani laporan.

HKHKI menerima banyak permintaan bantuan hukum dan konsultasi baik dari pekerja maupun pengusaha dari berbagai kota di tanah air.

Jumlah pekerja yang di PHK disatu perusahaan sangat beragam, dimulai dari puluhan hingga ratusan pekerja atau bahkan ratusan cabang yang sudah ditutup tanpa pembayaran pesangon. Pekerja diberitahu melalui pesan di Whatsapp bahwa dirinya sudah di PHK karena perusahaan tidak mampu melanjutkan operasionalnya lagi.

Setelah lapor ke disnaker kami disarankan untuk melakukan bipartit, tapi pengusaha tidak pernah hadir. Dengan jutaan pekerja yang sudah di PHK, diperkirakan jumlah kasus di Pengadilan Hubungan Industrial akan meningkat tajam.

Ketua HKHKI Ike juga, meminta dengan tegas agar pemerintah melakukan langkah konkrit penyelamtan darurat arus PHK agar tidak mencapai Mega Tsunami PHK sebagaimana telah terjadi seperti dibanyak negara lain.

Menurut Ike, setidaknya ada 3 langkah konkrit yang harus segera diambil oleh pemerintah adalah Pemerintah harus menjamin bahwa upah seluruh pekerja akan dibayarkan oleh pemerintah, dan meminta agar pengusaha tidak mencoret pekerjanya dari data perusahaannya.

“Besarnya upah yang dibayarkan bisa disesuaikan (tidak harus 100%) mungkin 60, 70 atau 80%. Maksimal upah juga bisa dibatasi besarnya, dan hingga berapa lama akan dibayarkan oleh pemerintah,” ujar Ike.

Lanjutnya, membagikan kebutuhan bahan dasar pokok bagi masyarakat di propinsi yang diberlakukan PSBB, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah.

“Segera keluarkan PERPU terkait aturan Ketenagakerjaan, untuk memberikan payung hukum atas hal-hal sebagaimana himbauan Menteri Ketenagakerjaan,” kata perempuan energik.

Seperti aturan kerja paruh waktu, fleksibilitas ketentuan PKWT, perluasan jenis pekerjaan dan fleksibilitas persyaratan ‘outsourcing’ melalui Penyedia Jasa Pekerja (PPJP) dan sebagainya.

HKHKI juga mengingatkan,  bahwa jika pemerintah kembali lengah dan kehilangan momen, maka Mega Tsunami PHK akan sulit dihindari.

“Pekerja dan pengusaha harus diselamatkan karena mereka adalah roda perekonomian,” tandasnya.

Sehingga, Ike menjelaskan dengan adanya jaminan upah, tingkat PHK dapat ditekan, begitu pula tingkat penularan Covid-19, karena pekerja akan merasa aman dengan “dirumah saja”.

Namun, sebaliknya kata Ike,  jika jaminan ini tidak ada, pekerja akan berusaha untuk tetap hadir dan bekerja, alhasil PSBB tidak berjalan maksimal. (Ams).

Penulis : Amos

banner 700x280 banner 700x280 banner 700x280 banner 700x280 banner 700x280 banner 700x280 banner 700x280 banner 700x280 banner 700x280" banner 700x280 banner 700x280 banner 700x280 banner 700x280 banner 700x280 banner 700x280 banner 700x280 banner 700x280 banner 700x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.