Inspektorat Aceh Singkil Diminta Audit APBDes Sianjo-Anjo

0
708
Foto: RAB - APBDes Sianjo-Anjo Meriah Kec. Gunung Meriah Kab. Aceh Singkil tahun 2019

Aceh Singkil, BMonline – Beberapa warga masyarakat desa Sianjo-Anjo Meriah kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil meminta Insfectorad untuk mengaudit realisasi Anggaran Pendapatan dan Bslelanja Desa (APBDes) Sianjo-Anjo Meriah tahun 2019.

Pasalnya, warga desa setempat sangat mencurigai adanya indikasi dugaan fiktif dan dugaan penyimpangan tentang realisasi beberpaa item kegiatan Dana Desa tersebut pada tahun 2019 lalu.

“Kami benar-benar mencurigai adanya indikasi dugaan penyimpangan, dugaan fiktif terhadap realisasi Dana Desa kami tahun 2019 lalu” sebut beberapa tokoh masyarakat Sianjo-Anjo Meriah yang enggan ditulis namanya kepada Berita Merdeka, Selasa (04/05/2020).

Dijelaskan warga, sekitar Rp 201.500.000,- (Dua Ratus Satu juta Lima Ratus Ribu Rupiah) Dana pembangunan/rehabilitasi/peningkatan karamba darat/kolam perikanan darat milik desa tertuang dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) APBdes tahun 2019 desa Sianjo-Anjo Meriah, akan tetapi fisik bangunan tersebut sama sekali tidak ada terlihat di lapangan.

Selanjutnya tambah warga, sebesar Rp 133.700.000,- (Seratus Tiga Puluh Tiga Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah)  dana kegiatan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) diduga kuat sarat penyimpangan. Pasalnya kata warga, setiap kali digelar kegiatan hari besar di desa Sianjo-Anjo Meriah, panitia masjid selalu melakukan pemungutan sumbangan masyarakat dari rumah kerumah, hal tersebut merupakan sudah menjadi tradisi resmi di tingkat desa Sinajo-Anjo meriah.

“Dari Dua item kegiatan tersebut kami anggap sebagai langkah awal buat instansi terkait untuk melakukan audit tentang realisasi ABPDes Sianjo-Anjo Meriah tahun anggaran 2019” ujarnya.

Kepala desa Sianjo-Anjo Meriah H.Maslin Manik, ST di konfirmasi Berita Merdeka Selasa (04/05/2020) mengatakan, dirinya belum bisa memberikan banyak komentar kepada media terkait realisasi APBDes tahun 2019 desa Siajo-Anjo Meriah.

Kades Maslin beralasan, pada akhir Januari 2020 dirinya baru dilantik menjadi Kades Sianjo-Anjo Meriah depenitif, sehigga banyak pembangunan tidak di ketahuinya. Karena ucap dia, pada tahun 2019 lalu desa Sianjo-Anjo Meriah sedang melakuan pemilihan kepala desa yang saat itu di kendalikan oleh Pejabat (Pj) kepala desa bernama M. Yahya.

“Terkait soal realisasi anggaran keramba darat tahun 2019 tersebut , saya hanya bisa membaca tulisannya di DPA APBDes, namun fisiknya tidak ada saya temukan di lapangan, padahal saya sudah dua kali menyurati yang bersangkutan, tetapi sampai saat ini belum ada jawaban dari mantan Pj Kades Sianjo-Anjo Meriah M. Yahya” imbuhnya.

Mantan Pj Kades Sianjo-Anjo Meriah M. Yahya di hubungi Berita Merdeka, Rabu (05/05/2020) via telepone seluler mengatakan, anggaran dana yang sebelumnya di rencanakan untuk pembangungan karamba darat, telah di alihkan pada APBDes Perubahan tahun 2019, sebahagian dari dana tersebut di alihkan untuk pembangunan jalan dan pembuatan pondok di TPU.

Terkait soal anggaran biaya makan minum PHBI (Panitia Hari Besar Islam) kata M. Yahya, semuanya sudah terealisasi 100 persen oleh panitia dan lengkap dengan laporan pertanggung jawabannya (LPJ).

“Masyarakat kadang ada yang berlebihan, mestinya di cek dulu di lokasi, tanya sama gecik. Pasti jelas, gak mesti harus melapor ke media. Sebenarnya saya dan gecik depenitif memang belum serah terima jabatan 100 persen, mengingat biaya pilkades tahun 2019 belum lengkap LPJ nya dari panitia pemilihan kepala desa” ucap M. Yahya.

Penulis: (Pundeh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here