Dampak Covid -19, Resto Bebek Goreng Bego’ Tutup, Karyawan Tuntut Sisa Gaji Pada Pihak Managemen

0
257
Foto : Pertemuan karyawan/karyawati Resto Bebek Goreng Bego' dengan perwakilan pemilik Resto Rohmad, saat klarifikasi atas staigment yang di keluarkan pihak menejemen mengenai sisa gaji mereka akan dibayarkan oleh pemilik Resto. (Candra).

MAGELANG, BMonline – Karyawan Rumah Makan Bebek Goreng Bego’ di Jalan Magelang Jogja menuntut sisa gaji mereka untuk segera di bayarkan oleh pihak Manejemen setelah mereka di liburkan karena Resto tutup terdampak Covid -19, akan tetapi harapan mereka harus terbentur dengan sikap cuex dari pihak Manejemen.

Menurut Rohmad yang di tunjuk pemilik Resto dan Kafe Kopi untuk klarifikasi kepada karyawan menjelaskan kepada Beritamerdekaonline.com, Selasa (12/5/2020) malam, bahwa pada hari Jumat (8/5/2020) lalu, karyawan dan karyawati berjumlah 7 orang bertemu dengan dirinya untuk menayakan perihal sisa gaji mereka yang belum di bayar oleh pihak manajemen.

Alasan dari pihak Manajemen, kata Rohmad, sisa gaji mereka akan di bayar oleh pemilik Resto Bebek Goreng Bego’ sepenuhnya, karena katanya sudah sepakat dengan pihak Manejemen.

“Saya tegaskan kepada teman teman karyawan, bahwa saya mewakili pemilik Resto semua sisa tanggungan gaji mereka tetap masih tanggung jawab pihak menejemen yakni Pandu Cs  ada 4 orang team mereka,” Ucap Rohmad.

“Adapun apa yang di sampaikan pihak Manejemen kepada karyawan, itu tidak benar karna Wahyu mengatakan belum ada kesepakatan dengan pihak manejemen mengenai sisa gaji karyawan jadi tanggungan kita,” imbuhnya.

Lanjut Rohmad, dirinya sempat di hubungi Pandu pihak menejemen untuk menanyakan perihal tersebut, kenapa sisa gaji karyawan belum di bayarkan, alasan pihak manejemen masih sama, Itu sudah kesepakatan pihak menejemen dengan pemilik Resto mengenai sisa gaji karyawan jadi tanggung jawab pemilik Resto.

Sementara itu, Wahyu yang dihubungi BeritaMerseka  online  menegaskan, memang betul dirinya bertemu di kantor dengan pihak manejemen, namun membahas tentang masalah pembayaran listrik yang 3 bulan belum di bayarkan oleh pihak manejemen, tetapi tidak membuat kesepakatan akan membayar sisa gaji karyawan tersebut.

“Cuma saya mengatakan  kepada mereka kalau mau saya yang bayarkan semua sisa gaji karyawan itu, saya butuh laporan rincian jumlah yang harus di bayarkan dan di tanda tangani pihak Manejemen yakni 4 orang tersebut,” jelas Wahyu.

Sampe saat ini, menurut Wahyu, pihak Manejemen belum datang menemuinya untuk membahas masalah tersebut dan perihal Supervisornya yang mencuri 10 tabung gas elpigi, serta beberpa peralatan dapur lainnya.

“Saya mau bantu bagaimana kalo mereka, hanya untuk menyerahkan data rincian gaji mereka, saya keberatan karena sampe sekarang belum datang pihak menejemen, belum menemui saya dan membuat pernyataan mereka,” ungkapnya.

Salah satu karyawan bernama Isti mengungkapkan, ia berkali kali menayakan perihal gaji mereka, namun juga tidak ada resnpon dari pihak Menejemen.

“Saya sudah berulang kali tanyakan hal ini ke mas Pandu, perihal sisa gaji kami akan tetapi jawabanya selalu berbelit belit,” tutur Isti.

Hal yang sama juga dikatakan Devi, yang juga salah satu dari 7 karyawan yang di liburkan mengatakan, ia juga sudah hubungi Pandu sebagai wakil dari menejemn lainnya, tetapi dia sempat  mengatakan kalo masih harus sesuai prosedur, untuk minta bantuan pemilik Resto dengan membuat surat permohonan dan di tanda tangani 4 Menejemen lainnya.

“Memang buat mereka gaji kami itu kecil, tapi buat kami dalam keadaan wabah Covid -19 melanda, buat kami sangat bearti uang tersebut,” Tandasnya. (Candra).

Penulis : Candra

Editor    : Budi Supriyatno

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here