Perdana, Satu Desa di Kabupaten Rembang Salurkan Dana BLT DD

0
4213
Foto : Bupati Rembang H. Abdul Hafidz saat menyerahkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) secara simbolis di Desa Pranti, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Rabu (13/5/2020). (Muhammad Minan Bashori).

REMBANG, BMOnline – Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) atau BLT DD di Kabupaten Rembang mulai cair. Penyerahan BLT DD di Kabupaten Rembang kali pertama dimulai dari Desa Pranti, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Rabu (13/5/2020)

Dalam kesempatan itu, Bupati Rembang H. Abdul Hafidz menyerahkan langsung pencairan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) secara simbolis yang berlangsung di Pendopo Balai Desa Pranti, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang Jawa Tengah, sore tadi.

Dalam sambutannya Bupati Rembang H. Abdul Hafidz mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang sangat perhatian kepada masyarakat terhadap dampak yang ditimbulkan virus corona.

“Dengan BLT dari dana desa yang telah diberikan kepada masyarakat sebesar Rp.600 ribu, diharapkan digunakan dengan bijak,”pintanya.

Bupati menambahkan utamanya untuk memenuhi kebutuhan pokok berupa beras, telur, minyak dan lainnya. Meski BLT itu sifatnya bebas digunakan untuk apa saja bagi penerimanya.

“Harapannya ketika virus ini masih jalan terus, rakyat tetap terjaga kesehatan, ekonomi dan pangan tercukupi,” tuturnya.

Bupati berharap masyarakat yang telah menerima bantuan tidak menggunakannya untuk membeli barang diluar kebutuhan pokok. Pasalnya tujuan pemerintah memberikan bantuan itu untuk memberi kesejahteraan bagi masyarakat yang terdampak

“Tujuanya pemerintah itu memberikan bantuan agar masyarakat tetap bisa bertahan selama pandemi corona. Jadi jangan dipakai beli perhiasan maupun membayar hutang, tujuan pemerintah itu bahan pangan warga selama covid19 cukup. Kalau uang Rp. 600 ribu buat beli beras, minyak, mie instan dan kebutuhan pokok lainnya. Dalam satu bulan jika itu sudah bisa dibeli sudah ayem, tujuannya itu supaya ayem,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pranti, Dahlan menyampaikan pengusulan data terdampak Covid-19 dalam Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) disalurkan sebanyak 54 Kartu Keluarga (KK), sementara data penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) Non Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementrian Sosial (Kemesos) sebanyak 59 Kartu Keluarga dan Data BST DTKS Kemensos sebanyak 40 Kartu Keluarga (KK).

“BST dari Kemensos sebanyak 93 Kartu Keluarga, ini yang pengambilannya di Kantor POS, dan yang melakukan pengambilan di Himbara (Himpunan Bank Negara) sebanyak 6 Kartu Keluarga,” terangnya.

Sedangkan, lanjut Dahlan data keluarga miskin penerima PKH dan BPNT sebanyak 132 Kartu Keluarga (KK) dan penyaluran bantuan berupa sembako melalui e-warung berupa uang tunai Rp 200 Ribu selama 9 bulan, sebanyak 19 Kartu Keluarga (KK).

“Jadi berbeda, penyaluran BST dan BLT tersebut berupa uang tunai dan diserahkan selama 3 bulan kedepan,”jelasnya.

Salah satu warga penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) Tamijan (50) mengaku bersyukur dan senang setelah menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa.

“Alhamdulillah mas, dengan bantuan ini bisa untuk mencukupi kebutuhan keluarga selama pandemi Covid-19,” terangnya.

Sebelumnya, Tamijan (50) bekerja sebagai penjual bakso keliling. Ia mejelaskan setelah adanya pandemi Covid-19 ini, usahanya mulai merasakan dampaknya.

“Pendapatan menurun drastis hampir 60 persen mas. sekarang sepi pembeli, ditambah saat ini bulan Ramadhan, sekarang jam keliling berjualan hanya malam hari,”pungkasnya. (Minan)

Penulis : Minan

Editor    : Budi Supriyatno

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here