Kapolda Jateng Brigjen Pol Ahmad Lutfi Pantau Penyekatan Penyebaran Covid -19 di Perbatasan Jawa Tengah dan DIY

0
193
Foto : Kapolda Jawa Tengah bersama rombongan menuju Pos Pam Oprasi Ketupat Candi 2020 di Tugu Hitam Salam Magelang, Jumat (15/5/2020). (Candra).

MAGELANG, BMonline – Kapolda Jateng Brigjen Pol Ahmad Lutfi di dampingi Kapolres Magelang AKBP  Pungky Bhuana Santosa, Dandim 0705/Magelang Letkol Czi Anto Indriyanto SSos, Waka Polres Magelang Kompol Aron Sabastian dan Bupati Magelang Zaenal  Arifin meninjau Pos Pengamanan Operasi Ketupat Candi 2020 di Tugu Hitam Salam Magelang perbatasan Jawa Tengah DIY, Jumat (15/5/2020).

Brigjen Pol Ahmad Lutfi terkait masa mudik lebaran mengatakan akan memberlakukan penyekatan di 10 titik pintu masuk. Hal ini di lakukan bertujuan untuk mengantisipasi dan memutus mata rantai penyebaran Covid -19 di wilayah Jawa Tengah.

 “Jawa Tengah kita lakukan penyekatan di 10 titik pintu masuk dari mulai Brebes,Cilacap, Klaten,Sragen, Magelang,Purworejo, Blora,Rembang, Wonogiri, Temanggung, dengan cara kita memutar balikan arah kepada para pemudik berindikasi mereka sebagai pemudik untuk masuk wilayah Jawa Tengah,”ucapnya.

Namun demikian khusus kendaraan logistik kebutuhan pokok masyarakat tetap akan di perbolehkan.Apabila ada masyarakat yang tetap melakukan mudik, pihaknya akan melakukan tindakan yang sifatnya berupa himbauan agar yang bersangkutan kembali ketempat.

Lutfi menambahkan hal ini patut di waspadai dan di duga manakala sebagai pemudik dengan status ODP dari wilayah Jakarta.Selama 22 hari dilakukanya  penyekatan Pos Pam Salam sebanyak 3853 unit kendaraan untuk berbalik arah tidak boleh memasuki daerah Jawa Tengah.

“Kepada para petugas di perintahkan dalam pemeriksaan kendaraan untuk selektif selsin plat AB dan AA harus di periksa.Dalam penyekatan harus teliti dan menggunakan APD serta selalu menjaga kesehatan,” pintanya.

Sementara Bupati Magelang Zaenal Arifin pada kesempatan yang sama juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktifitas mudik tahun ini.Namun demikian apabila ada masyarakat yang sudah pulang saat ini pihaknya menyarankan untuk melakukan isolasi secara mandiri.Agar penyebaran virus Covid -19 bisa kita tekan semaksimal mungkin.

“Secara protokol kesehatan bagi pemudik yang datang dari wilayah wilayah yang sudah dinyatakan Pandemi, maka secara otomatis yang bersangkutan harus di perlakukan secara khusus,” terangnya.

Bupati menambahkan karena mengingat di wilayah yang dinyatakan  Pandemi ini ada istilah Orang Tanpa Gejala (OTG),Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan sebagainya.

“Maka tentunya orang tersebut harus mendapat perlakuan khusus.Sesuai dengan arahan Presiden,  kita harus berdamai dengan Pandemi ini untuk sesuatu yang lebih baik lgi kedepannya,”pungkasnya. (Candra).

Penulis : Candra

Editor    : Budi Supriyatno

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here