Jelang Hari Raya Idul Fitri, Kapolda Jateng : Waspadai Ancaman Terorisme

0
130
Foto: Kapolda Jateng Irjen Pol Drs Ahmad Luthfi. (Mualim)

BREBES, BMonline – Dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Brebes pada Kamis (21/5/2020), Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi menegaskan kepada para personelnya untuk mewaspadai aksi terorisme jelang hari raya idul fitri.

Menurut Kapolda, hari raya idul fitri tahun ini berbarengan dengan ibadah mingguan para umat nasrani di Indonesia. Maka dari itu, dirinya mewanti-wanti adanya serangan aksi teror ke simbol-simbol negara seperti kantor polisi dan TNI.

“Tolong para personel dan para Kapolres, ancaman ini diatensi penting. Jelang hari raya seperti ini, kita harus makin mewaspadai aksi terorisme, di samping tetap memantau arus mudik balik, Kendaraan yang masuk ke Jateng tetap diputar balik,” tegas Ahmad Luthfi.

Bahkan dia juga meminta supaya tiap Pos Pantau pemudik disiapkan beberapa personel bersenjata.

Menurutnya, hal itu disiapkan supaya mencegah terjadi aksi teror ke pos maupun kantor TNI-Polri di tahun-tahun sebelumnya.

Dari sejumlah kasus itu, Kapolda melihat aksi-aksi teror biasa muncul jelang hari raya. Sehingga, dia menegaskan bahwa para personel Sabhara dan Brimob yang dibantu TNI harus mengawasi jalannya Operasi Ketupat Candi 2020 di tiap Pos Pantau.

Jika ada gerak-gerik mencurigakan, dia memerintahkan untuk para personel bisa segera menindak secara terukur.

“Terlebih, gereja juga harus ikut diamankan maksimal. Kalau kita lihat polanya, aksi teror ini kerap muncul jelang hari raya. Maka dari itu, tolong hal ini diperhatikan. Tiap Pos Pantau, baik di jalur arteri maupun tol harus disiapkan beberapa personel bersenjata,” jelasnya.

Sementara Pangdam IV Diponegoro, Mayjend TNI Mochammad Effendi yang ikut hadir mengatakan, personel TNI siap terlibat dalam pengamanan ancaman aksi terorisnya yang menargetkan simbol negara.

Meski demikian, dia mengatakan, pengamanan ini jangan sampai melupakan dan mengendorkan operasi penyekatan di pintu masuk perbatasan bagi pemudik. Dalam hal ini, dia juga menerangkan bahwa posisi TNI hanya bersifat sebagai back-up.

“Karena Pos Pantau seutuhnya dipimpin Kasatpos dari polisi. Untuk pengamanan ancaman teroris, kita lakukan bersama dengan mengawasi pos-pos maupun kantor TNI-Polri di mana pun,” pungkas Pangdam. (Mualim).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here