Pelecehan Profesi Terhadap Wartawan, Endar Susilo : Kita Akan Melakukan Upaya Hukum

0
158
Foto : Avokad DR.H.Endar Susilo, S.H.,M.H., saat sedang di ruang kerjanya.

BAWEN, BMonline – Beberapa Wartawan dari salah satu media Online, mendapat perlakuaan tidak menyenangkan dan melecehkan Profesi Wartawan, serta di tantang berkelahi oleh karyawan kantor pembiayaan PT Federal International Finance (FIF) Semarang 2, di Jalan Soekarno Hatta, Kalicari Pedurungan, Semarang.

Menurut Endar Susilo, Kejadian ini sudah viral di medsos, Kejadian yang terjadi pada tanggal 19 Mei 2020 kemarin, dimana ada beberapa wartawan yang diantaranya adalah anggota Wartawan Pena Jurnalis yaitu Wahyu, Wanda Sari, S.Gailea dan Komisaris Media Pena Jurnalis Vio Sari SE, yang di lecehkan dan ditantang berkelahi, oleh salah satu pegawai FIF bernama Mtn.

“Segera kita akan melakukan langkah – langkah hukum, karena perlakuan pihak FIF terhadap wartawan Pena Jurnalis ini sangat arogan dan ini sudah melanggar hukum,” Ucap Endar.

“Apalagi jurnalis memiliki payung hukum, jika di lecehkan dan di ajak berkelahi seperti ini, sama saja FIF melawan hukum, kedatangan mereka kan baik baik tidak arogan, malah di perlakukan seperti itu,” imbuhnya saat di temui di ruang kerja, Kamis (21/5/2020).

Setelah ia menerima aduan dari wartawan, Kata Endar, dan melihat langsung Vidio kejadian yang terjadi di FIF kepada wartawan, ia mengusap dada dan menarik nafas panjang.

“Saya berfikir perlakuan FIF terhadap wartawan saja seperti itu, apalagi terhadap masyarakat biasa?,” Ungkap Endar, usai melihat rekaman vidio.

Lanjut Endar menjelaskan, bahwa semua perusahaan termasuk perusahaan jasa pembiayaan konsumen seperti FIF, seharusnya bisa memberikan pelayanan yang ramah dan service yang memuaskan kepada custamer atau debitur.

Endar Menambahkan, apalagi dalam suasana bulan suci Romadhon seperti sekarang ini, di tambah saat ini sedang Pedemi wabah virus Covid-19. Seharusnya bisa memberikan kepuasan pelanggan, haruslah lebih diutamakan dari yang lainnya.

“Kalau kita berbicara kerugian, saat sekarang ini perusahaan mana yang tidak mengalami kerugian?, tapi harusnya pihak FIF harus menanggapi dengan kepala dingin, sabar dan jangan arogan seperti itu. Apalagi debitur sudah menunjukkan etikat baik untuk datang ke FIF walaupun karena keadaannya, belum mampu membayar semua keterlambatan angsurannya,” jelas Endar.

Dijelaskan Endar, karena dasar terbentuknya perusahaan pembiayaan adalah Peraturan Mentri Keuangan Nomer 84/PMK.012/2006, Tentang Perusahaan Pembiayaan, Maka terkait perbuatan yang arogan yang dilakukan oleh pihak FIF yang yang menimpa wartawan Pena Jurnalis. Ia akan membuat aduan ke Mentri keuangan, agar kementrian keuangan mengambil tindakan tegas terhadap FIF dan memeriksa ulang perijinannya.

Lanjutnya, dalam Peraturan Mentri Keuangan Nomer 84/PMK.012/2006 mengatur banyak hal tentang perusahaan pembiayaan, diantaranya dijelaskan Pasal 18 bahwa direksi dan pengurus harus memiliki pengalaman di perusahaan pembiayaan minimal 2 tahun, tidak pernah dihukum karena kejahatan dan lainnya.

“Seharusnya staff FIF tidak seperti preman yang sedang menghadapi musuhnya kalau sedang berhadapan dengan konsumen. Jadi patut diduga persyaratan administrasi FIF 2 Soekarno Hatta kemungkinan kurang lengkap,” jelas Endar.

Lebih lanjut Endar menegaskan, bahwa pihaknya dengan segera akan mengirim surat aduan atau laporan ke Mentri Keuangan c.q Biro Perbankan, Pembiayaan dan Penjaminan. Juga mengirim aduan Ke Bank Indonesia c.q Direktorat Statistik Ekonomi dan Moneter Bagian Statistik Moneter, mengirim aduan ke FIF pusat beserta pihak – pihak lain yang terkait.

Tentang ancaman Advokat FIF yang akan melapor kepada Dewan Pers Endar mengatakan, Endar mempersilahkan jika pihak FIF mau melapor, ia tidak takut.

“Wartawan kami membuat berita sesuai kejadian yang sebenarnya kok, malah kami juga dirugikan secara imatriil karena dilecehkan,” tegas Endar. 

Pihaknya akan melayangkan surat kepada Presiden RI, menurut Endar, Karena dianggap pihak FIF tidak mengindahkan himbauan Presiden, tentang keringanan pembayaran hutang bagi masyarakat karena dampak wabah Corona ini. (Budi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here