Satu Tahun Pasca Penggusuran, Warga Tambak Rejo Semarang Berharap Pemerintah Segera Wujudkan Impiannya

0
141
Foto : Kondisi Bedeng yang ditempati warga Tambak Rejo Semarang. (Mualim).

SEMARANG, BMonline – Satu tahun pasca penggusuran, kondisi kehidupan warga Tambak Rejo RT 05 RW 16 Kelurahan Tanjung Mas Semarang berangsur-angsur mulai pulih.

Namun demikian, sejak pandemi Covid-19 merebak, kehidupan warga kembali mengalami kesulitan. Hal tersebut seperti diungkapkan oleh salah satu warga yang juga istri ketua RT 05, Fadilah (50) kepada beritamerdekaonline.com, Kamis (21/5/2020).

Menurut Fadilah, satu tahun setelah penggusuran tersebut, sebenarnya kehidupan warga sudah hampir kembali normal.

“Kondisi kami setelah satu tahun penggusuran alhamdulillah saat ini selalu dilimpahi kesehatan oleh Allah SWT, alhamdulillah juga sebenarnya pasca satu tahun penggusuran ini, kehidupan kami sudah hampir kembali normal. Yang bekerja sudah kembali bekerja, yang melaut juga alat-alatnya sudah kembali bisa merintis sendiri walupun belum sepenuhnya bisa kembali seperti sediakala,” ungkapnya.

Namun sejak adanya wabah Corona, kehidupan warga Tambak Rejo kembali mengalami kesulitan karena sebagian besar pekerjaannya adalah nelayan yang mengandalkan hasil tangkapan dari laut.

“Kehidupan kami sudah hampir normal, namun dengan adanya pandemi Covid-19 ini kehidupan kami berubah lagi berubah drastis karena kami sebagai nelayan, hasil tangkapan kami tidak maksimal untuk dijual karena harganya naik turun,” kata Fadilah.

Lebih lanjut Fadilah menerangkan, jumlah warga Tambak Rejo yang menghuni tiga Bedeng berjumlah 97 Kepala Keluarga dengan jumlah 368 jiwa, terbagi anak-anak ada 86 dan sisanya adalah dewasa dan orang tua.

Selama satu tahun tinggal di Bedeng, kehidupan warga Tambak Rejo tampak akrab seperti keluarga sendiri.

Meski harus tinggal berhimpitan, namun mereka tetap terlihat guyub dan rukun sesama penghuni lainnya.

Kini warga Tambak Rejo berharap penuh agar Pemerintah segera menepati janjinya dan bisa mewujudkan mimpi-mimpi warga untuk secepatnya tinggal di rumah deret yang dijanjikan Walikota Semarang yang letaknya tidak jauh dari lokasi Bedeng yang mereka tempati saat ini.

Dari pantauan kami di lapangan, saat memasuki area Tambak Rejo, kami melihat kehidupan warganya sangat memprihatinkan karena mereka harus tinggal di sebuah Bedeng yang sangat sempit.

Namun demikian, sarana air bersih dan penerangan listrik yang disediakan pemerintah juga tidak ada kendala.

Sofiyatun (35), salah satu warga yang tinggal di Bedeng mengaku merasa nyaman tinggal disana.

“Ya nyaman aja mas, ya mau bagaimana lagi, kami mau beli rumah juga belum mampu,” ungkap Sofiyatun sambil tersenyum malu-malu. (Mualim).

Penulis : Mualim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here