Sungai Kluet Kembali Mengganas, Tenggelamkan Ratusan Hektar Lahan Pertanian Masyarakat

0
318
Foto : Erosi DAS Kluet sedang mengancam Pemukiman warga dan telah menghanyutkan ratusan hektar lahan pertanian masyarakat, Kamis (21/05/20). (Kausar).

TAPAKTUAN,BMonline – Seperti tiada ampunan, Sungai Kluet yang berada di Desa Pulo Kambing, Kecamatan Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan, terus memperlihatkan kedigdayaannya meluluhkan lantakan apa yang ada di depannya, kebun, perkuburan dan pemukiman wargapun turut binasa. Saat ini setidaknya kerugian masyarakat sudah mencapai milyaran rupiah, Kamis (21/05/20).

Bencana erosi sungai kluet sudah di mulai sejak tahun era 80-an sampai saat ini, apalagi jika intensitas curah hujan tinggi akan menyebabkan banjir dan otomatis menggenangi lahan pertanian masyarakat, bila air sungai mulai surut, terjadinya erosi lahan dan kemudian membuat pendangkalan sungai.

Tentunya hal ini cukup beralasan, karena pembalakan liar/ilegal logging sejak puluhan tahun yang lalu, serta maraknya tambang emas tradisional yang kian tak terkontrol, belum lagi pengolahan limbah yang belum mengikuti kaedah lingkungan, serta galian C diberbagai tempat. Ancaman Daerah Aliran Sungai (DAS) Kluet, tidak cuma di Kecamatan Kluet Utara saja, tapi Kluet Tengah dan Timur ikut kebagian juga.

Sementara itu, seorang warga Pulo Kambing yang dihubungi BeritaMeredeka.online via WhatsApp, Hasbaini yang juga tokoh pemuda setempat mengatakan, semenjak tidak dilanjutkannya pembangunan tanggul Gampong Kampung Paya sampai ke Gampong Pulo Kambing, Kluet Utara, menyebabkan hantaman air sungai kluet terus mengarah ke pemukiman warga dan melenyapkan lahan serta tanaman pertanian masyarakat.

“Saya telah kehilangan setidaknya 3 hektar lahan pertanian yang telah berproduksi dan saat ini sungai Kluet telah berada tepatnya di belakang rumah, saya tidak pernah membayangkan begitu cepat amukan sungai ini,” katanya.

Sambungnya, saat ini warga Pulo Kambing telah kehilangan lahan pertanian yang selama ini sebagai sumber ekonomi keluarga.

“Saya juga meminta kepada pemerintah untuk normalisasi sungai kluet dan penertiban galian c. Tentunya mega proyek ini akan menelan dana yang cukup besar, dan pemerintah Aceh Selatan harus mampu menjemput dana ke pusat yang bersumber dari APBN, walaupun demikian dana tanggap darurat melalui Badan Pendagulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pengairan membuat tanggul pada titik rawan supaya erosi tidak meluas dan berakibat lebih buruk lagi,” Pintanya. (Kausar).

Penulis : Kausar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here