Peserta MTQ 2019 Aceh Singkil Kecewa, Bonus Pemenang Juara ‘Disunat’

0
1452
Foto: Peserta MTQ Aceh Singkil buka puasa bersama.

Aceh Singkil, BMonline – Sebanyak Lima orang dari kafilah peserta Musabaqah Tilawati Qur’an (MTQ) Kabupaten Aceh Singkil merasa kecewa terhadap Pemkab setempat, karena bonus pemenang juara yang di janjikan di potong hampir mencapai 50 persen.

“Saya selaku pemenang juara Tiga tilawah di janjikan Rp 15  juta bonus pemenang juara, tetapi saat pembayaran bonus tersebut hanya di berikan Rp 7 Juta” tutur Farida Hanum (23) di sela-sela berbuka puasa bersama di kediaman pembina Forum Umat Islam(FUI)  Aceh Singkil Yakarim Munir di Gunung Meriah Jum’at (22/05/2020).

Mereka yang Lima orang yang meraih juara pada MTQ tahun 2019 lalu di kabupaten Pidi, antara lain, Juara 3  dewasa putri atas nama Farida Hanum di janjikan bonus Rp 15 juta di bayar Rp 7 juta. Qira’ah Saba’ah-Juara 2 remaja putra atas nama Fikry janji bonus Rp 20. juta di bayar Rp 12 juta.

Qira’ah juara 2 dewasa putra atas nama Miftahul janji bonus Rp 20 juta di bayar Rp 12 juta. Selanjutnya juara-3 Thartil atas nama Fauzan janji bonus  Rp 15 juta, di bayar Rp 7 juta. Juara Dua Khatil Qur’an-putri atas nama Siti Aisyah janji bonus Rp 20 juta di bayar Rp 12 juta.

Menurut dia, sebelum berlaga di acara MTQ tersebut, pihak Lembaga Pembina Tilawati Qur’an (MTQ)  Aceh Singkil di bawah pimpinan Wakil Bupati H.Sazali berjanji sembari memotivasi para peserta MTQ saat masih berada di Mes Aceh Singkil di Lam Tmen Banda Aceh.

“Wakil Bupati H. Sazali menjanjikan, para juara I di beri bonus Umroh, juara II di beri bonus Rp 20 juta dan juara III di janjikan bonus Rp 15 juta, namun saat penyerahan bonus pada hari Rabu (20/05/2020) kemarin malah di potong sekitar 50 persen” ujar Farida Hanum dengan nada kesal.

Pernyataan senada di utarakan Ustad Kamilin Munthe di sela-sela buka puasa bersama itu, yang saat itu mengaku ikut serta sebagai kafilah peserta MTQ Aceh Singkil, pihak LPTQ juga berjanji kepada seluruh kafilah Aceh Singkil, akan memberi tambahan kekurangan uang saku yang sebelumnya hanya Rp 1 juta.

Alasan mereka memprotes, setelah mendengar dan mengkonfitmasi kafilah dari kabupaten lain. Karena kata Ustad Kamilin,  kafilah daerah lain uang sakunya berkisar Rp 3 juta sampai Rp 8 juta selama acara MTQ berlangsung.

“Sebelumnya kami menolak uang saku hanya Rp1 juta setiap peserta untuk belanja selama MTQ berlangsung, namun karena “mereka” berjanji untuk menambah uang saku tersebut setelah pulang dari acara MTQ, makanya kami pun bertahan dengan belanja yang cukup minim. Ironisnya, janji itu pun tidak di penuhi” tandas Ustad Kamilin.

Pada kesempatan itu, Ketua Pembina Forum Umat Islam (FUI) Aceh Singkil Yakarim Munir menyesalkan sikap pemkab Aceh Singkil yang kurang perhatian terhadap generasi Aceh Singkil bidang MTQ itu.

Menurut Yakarim, atas adanya ungkapan rasa kekecewaan yang di rasakan para anak-anak peserta MTQ kafilah Aceh Singkil tersebut, sehingga Yakarim membuat acara buka puasa bersama dengan peserta MTQ di kediamannya di desa Lae Butar Kecamatan Gunung Meriah.

Terkait persoalan itu kata Yakarim,  Jum’at (22/05/2020) siang iya langsung  mengkonfirmasi Bupati Aceh Singkil Dulmursid via telepon seluler. Saat konfirmasi tersebut lanjut Yakarim, Bupati Dulmursid mengaku telah menyetujui semua anggaran untuk bonus yang di janjikan oleh wakil Bupati, dan bila ada pemotongan Bupati juga merasa kecewa.

“Atas keterangan anak anak peserta MTQ tersebut, saya meminta Pemkab Aceh Singkil harus bertanggungjawab apa yang telah di ucapkan dan di janjikan kepada peserta MTQ, jika hal ini juga tidak mendapat titik temu maka saya atas nama pembina FUI Aceh Singkil akan menyampaikan somasi keberatan kepada instansi terkait” tegas Yakarim. 

Menanggapi hal itu, Bupati Aceh Singkil Dulmursid di hubungi beritamerdekaonline.com melalui pesan singkat via aplikasi WhatsApp, namun belum berhasil. Beberap pertanyaan dibajukan via pesan singkat namun belum terkirim, hingga berita ini di kirimkan. (Pundeh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here