Telu Nulung Siji, Bentuk Gotong Royong Unik Ala Warga Desa Krandegan

0
522
Foto : Ibu-ibu Desa Krandegan sebagai motor penggerak program-program unik Desa Krandegan ini. (Hery Priyantono)

PURWOREJO, BMOnline  – Ada yang unik dari cara Pemerintah Desa Krandegan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, dalam menangani pandemi covid19 ini, terutama untuk melindungi warganya dari dampak ekonomi yang ditimbulkan.

Setelah sebelumnya ada Program Pasar Bergerak, Meja Anti Lapar, Bantuan Cair Langsung, Baju Lebaran Untuk Si Kecil, kini di desa yang terletak di Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah ini ada program baru yang diberi nama Telu Nulung Siji atau 3 N 1 ( dibaca ENI ).

Program 3N1 ini adalah kegiatan yang bernafaskan semangat gotong royong antarwarga. Konsepnya adalah, dijelaskan Kades Krandegan, Dwinanto, dimana ada 3 keluarga mampu yang membantu dan menopang 1 keluarga miskin di sekitarnya. 

Semua warga yang ada didata dan dipetakan menjadi tiga kelompok, yaitu merah, kuning, dan hijau. Merah adakah kelompok keluarga yang sangat miskin, yang bahkan untuk memenuhi kebutuhan makan saja kesulitan.

Kuning adalah kelompok keluarga miskin yang masih bisa memenuhi kebutuhan pangan, akan tetapi tidak bisa hidup secara layak. Adapun hijau adalah kelompok keluarga yang mampu, hidup layak, dan berpotensi membantu warga yang lainnya.

Setelah didata dan dipetakan menjadi tiga kelompok, maka didata pula apa yang menjadi kebutuhan kelompok merah dan kuning, sekaligus apa yang bisa diberikan oleh kelompok hujau dalam membantu yang membutuhkan.

“Data itu kemudian direkap dan disatukan oleh tim di Posko Siaga di Kantor Desa Krandegan, untuk kemudian dilakukan eksekusi. Misal di bidang pangan, bantuan dari kelompok hijau yang berupa makanan siap saji, bisa langsung diberikan kepada kelompok merah secara terjadwal. Sedangkan bantuan yang berupa uang dan bahan pangan, diserahkan ke dapur umum untuk kemudian dimasak, dan didistribusikan kepada warga yang membutuhkan,” papar Dwinanto.

Lebih jauh disampaikan Dwi Nanto, saat ini, dia mengoperasikan dapur umum yang setiap harinya memasak dan mendistribusikan ratusan  porsi makan untuk warganya yang masuk kategori kelompok merah.

“Dari 900 KK, 212 di antaranya adalah Keluarga miskin. Dari 212 KK tersebut, ada sekitar 60 KK yang dalam kondisi kerepotan untuk memenuhi kebutuhan pangan. Mereka inilah prioritas pertama yang Kami selamatkan. Sumber dananya dari donasi, baik warga maupun dari luar desa. Konsepnya adalah gotong royong. Dari warga, untuk warga. Dari semua, untuk semua,” ungkapnya.  (Hery Priyantono).

Penulis : Hery Priyantono

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here