Ketua PWI Jateng : Sebuah Berita Itu Harus Memenuhi Standard Akuntabilitas dan Verifikasi

Ketua PWI Jateng : Sebuah Berita Itu Harus Memenuhi Standard Akuntabilitas dan Verifikasi
Foto : Ketua PWI Jateng, Amir Mahmud ketika ditemui di kantornya, Selasa (12/5/2020). (Mualim)

SEMARANG, BMonline – Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi ditandai dengan hadirnya banyak media.

Perkembangan ini berpengaruh pada eksistensi media tersebut. Dapat dikatakan peradaban manusia saat ini yang bersifat sangat cepat dan serba instan berdampak pada peradaban media yang juga menjadi serba cepat.

Kehadiran internet yang menyediakan beragam informasi dan berita, lambat laun mulai mengalahkan kepopuleran media cetak. Bahkan banyak situs berita di internet menyajikan berita dengan cepat dan tanpa memungut biaya.

Ditemui di kantornya sore tadi, Selasa (12/5/2020) Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jateng, Amir Mahmud mengatakan, bahwa dalam pembuatan berita haruslah memenuhi standard akuntabilitas dan verifikasi. Maka dari itu menurut Amir, sebuah tulisan harus mampu memberikan kepercayaan kepada masyarakat atau publik.

“Secara umum saya sampaikan bahwa apapun proses sebuah berita itu harus memenuhi standard akuntabilitas dan verifikasi. Jadi menurut saya yang pertama-tama di dalam sebuah informasi, itu yang harus dilakukan adalah fikiran untuk memberikan kepercayaan kepada publik kepada audiens,” terangnya.

Lebih lanjut Amir menerangkan, agar supaya informasi itu bisa dipercaya, maka informasi itu harus akuntabel.

Menurutnya supaya informasi itu akuntabel, maka harus ada verifikasi yang dilakukan dengan cara yang sangat disiplin.

Jadi apakah yang didengar itu memang fakta yang bisa dipertanggungjawabkan. Dipertanggungjawabkan itu pemahamannya adalah sudah ada keterangan dari pihak-pihak yang memang terkait.

Kemudian menurut Amir, agar masyarakat itu yakin bahwa berita yang mereka terima itu adalah berita yang akuntabel maka kita harus memberikan itu dengan data-data, kemudian informasi-informasi yang sudah terverifikasi kepada sumber-sumber atau otoritas yang memberikan.

Nanti pada saatnya Dewan Pers pasti akan menguji apakah proses di dalam berita itu sudah dilakukan dengan cara yang akuntabel dan terverifikasi apa belum.

“Jadi Dewan Pers tidak semata-mata menerima laporan dari pihak manapun, tetapi nanti akan menguji informasi itu sudah diperoleh dengan standar jurnalistik yang betul apa belum,” jelas Amir.

Ketua PWI Jateng : Sebuah Berita Itu Harus Memenuhi Standard Akuntabilitas dan Verifikasi
Foto : Pemimpin Redaksi Beritamerdekaonline.com Musdamori S, Mudun, S.Sos diruang kerjanya. (Mualim)

Sementara itu, terkait surat klarifikasi Redaksi beritamerdekaonline.com yang diajukan ke Dewan Pers terkait dengan pemberitaan beritamerdekaonline.com yang berjudul “Dikira Fasilitas Gratis, Sejumlah Nakes RSUD Purworejo disuruh Bayar RP. 150.000,- oleh Pemkab Purworejo”, Senin (11/5/2020) kemarin, telah di terima oleh Dewan Pers di Jakarta.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Pimpinan Redaksi Beritamerdekaonline.com, Musdamori S, Mudun, S.Sos pada wartawan. Menurut Moris, dengan diterima surat klarifikasi di Dewan Pers, dirinya sangat bersyukur dan pihaknya telah menguasakan permasalahan ini kepada kuasa Hukum beritamerdekaonline.com, DR. H. Endar Susilo, S.H., M.H.

“Saya hari Senin kemarin telah diberitahu oleh Wakil Ketua Komisioner Dewan Pers, bahwa surat kami sudah diterima dengan baik oleh Dewan Pers dan sudah di teruskan ke komisi pengaduan,” Ucap Moris.  (Mualim).

Penulis : Mualim

banner 700x280 banner 700x280 banner 700x280 banner 700x280 banner 700x280 banner 700x280 banner 700x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.