Covid-19 Belum Berakhir, Proses Belajar Di Rumah Diperpanjang

0
156
Foto: Kadis Dikjar Aceh Tengah

Takengon, BMonline – Menyikapi belum kondusifnya penanganan covid-19 di provinsi Aceh yang ditandai dengan masih adanya penambahan kasus positif covid, Plt. Gubernur Aceh kembali mengeluarkan Instruksi Gubernur Aceh Nomor 08/INSTR/2020 tentang Perpanjangan Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Tanggap Darurat Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Di Aceh, Instruksi ini ditujukan kepada Bupati/Walikota se Aceh, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh dan Kepala Wilayah Kementerian Agama Aceh.

Dalam instruksi ini pelaksanaan kegiatan belajar dari rumah diperpanjang sampai 20 Juni 2020, instruksi ini berlaku untuk semua Sekolah, Madrasah, Dayah Terpadu/Tahfidz dan Lembaga Pendidikan lainnya. Dalam instruksi tersebut juga diatur teknis kegiatan belajar mengajar dilakukan dengan mekanisme daring/jarak jauh/online dan dilakukan secara mekanisme luring/manual/offline.

Dalam Intruksi Gubernur ini juga menegaskan proses ujian semester genap tahun pelajaran 2019/2020 dan penentuan kenaikan kelas/kelulusan berpedoman pada surat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2020 dan berpedoman pada surat Edaran Dirjen Pendidikan Islam Nomor B 686.1/DJ.I/DT.I.I/PP.00/03/2020.

Sekolah juga dilarang melakukan kegiatan yang bersifat mengumpulkan massa juga dilarang seperti kegiatan perpisahan siswa, perlombaan, peringatan hari hari besar, MTQ dan kegiatan lainnya.

Di Aceh Tengah Belajar Tatap Muka Mulai 13 Juli 2020

Sementara itu menyikapi instruksi gubernur tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Tengah, Drs. Uswatuddin, M.AP , Rabu (3 Juni 2020/ mengatakan sekolah tatap muka aktif mulai 13 Juli 2020. Ketentuan itu mengacu pada kalender pendidikan, sekolah mulai aktif 13 Juli 2020.

Uswatuddin juga menyampaikan bahwa sebelumnya memang ada wacana bahwa tatap muka akan dilaksanakan pada 2 Juni 2020, namun karena pandemi belum berakhir, wacana tersebut akhirnya dibatalkan

“Sebelumnya ada wacana tanggal 2 Juni 2020 kita akan mulai proses belajar mengajar tatap muka karena kita masuk zona hijau, namun mengingat Pandemi Covid-19 belum berakhir, kemudian ada instruksi gubernur, maka kita ikuti protoler yang telah ditetapkan oleh provinsi” kata Uswatuddin.

Selanjutnya, kata Uswatuddin pihaknya akan mengikuti aturan dalam kalender pendidikan tahun ajaran 2020/2021 dimana proses belajar mengajar secara normal akan dilakukan mulai pada tahun ajaran baru yaitu 13 Juli 2020. Namun demikian bagi para pendidik harus tetap menyelesaikan semua tanggung jawab pada tahun ajaran 2019/2020 ini seperti penentuan kelulusan, proses penulisan ijazah, pembuetan rapor dan proses kenaikan kelas.

“Meski sudah kita tetapkan belajar di rumah diperpanjang sampai 20 Juni 2020, para guru dan kepala sekolah wajib masuk untuk tahapan pengumuman kelulusan UN, proses penulisan ijazah, pembuatan rapor dan kenaikan kelas siswa” jelas Uswatuddin.

Uswatuddin juga menrenagkan bahwa siswa akan hadir disekolah pada tanggal 20 Juni 2020 untuk pembagian rapor, namun tetap mematuhi protokol kesehatan seperti physical distancing dan menggunakan masker.

“Kita rencanakan pada tanggal 20 Juni 2020 nanti, akan dilaksanakan pembagian rapor dan siswa hadir ke sekolah, tapi perlu diingat bahwa protokol kesehatan tetap harus diterapkan oleh pihak sekolah” pungkas Uswatuddin. (man)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here