Etos Kerja Ditanamkan Dalam Diri Sejak Dini

0
105
Foto: dok/istimewa

Jakarta, BMonline – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Himawan Arief Sugoto. Seorang Insinyur yang juga Entrepreneur dan sekarang masuk ke dalam pemerintahan sebagai Sekjen di Kementerian ATR/BPN. Karir seseorang tak lepas dari kerja keras dan semangatnya untuk mencapai kesuksesan.

Melalui video conference Himawan Arief Sugoto berkesempatan berbagi pengalaman perjalanan karirnya serta seputar Kementerian ATR/BPN pada acara “Open Talk” yang diselenggarakan oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII).

Mengawali acara dengan tema “Dari Insinyur, Entrepreneur, ke Birokrat” Himawan Arief Sugoto menceritakan awal perjalanan karirnya. Pria lulusan Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung tahun 1990 ini memulai karirnya di Negeri Sakura, Jepang.

Di Jepang, Himawan Arief Sugoto muda belajar banyak dari budaya kerja orang Jepang. “Etos kerja, atasan saya selalu memikirkan apa yang besok dikerjakan. Itu saya tanam di dalam diri saya. Bekerja secara profesional dan menghargai sesama rekan kerja lalu kepercayaan serta networking,” ujar mantan Direktur Utama Perum Perumnas ini kamis kemarin, saat konfrensi lewat video (4/6/2020).

Sepulang dari Jepang, Himawan Arief Sugoto masuk ke bisnis property. Atas performanya Himawan Arief Sugoto diangkat menjadi Chief Operation Officer PT Prosys Bangun Nusantara (Bakrie Group) pada tahun 1995 dan pada tahun 2000 menjadi President Director/CEO PT Prosys Bangun Persada.

Perjalanan karir Himawan Arief Sugoto tidak selalu mulus, tapi kemampuannya mengambil keputusan dan ‘network’ yang luas membantunya melewati berbagai rintangan pada dunia usaha. “Tahun 2000an ada restrukturisasi dan perusahaan harus ditutup. Saya sempat bingung lalu saya panggil teman saya meminta bantuan. Akhirnya saya keliling, saya presentasi untuk jualan ke perusahaan-perusahaan yang Dirut-Dirutnya saya kenal,” kisahnya.

Prestasi dan sepak terjangnya di dunia ‘property’ inilah yang mengantarkan Himawan Arief Sugoto menjadi Direktur Utama Perum Perumnas pada tahun 2007 silam.

Tidak berhenti di situ, pada 2018 lalu Himawan Arief Sugoto dipercaya membantu Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan A. Djalil sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN.

Dilantiknya Himawan Arief Sugoto yang berlatar belakang non ASN menjadi Pejabat Pimpinan Tinggi Madya ini dimungkinkan, Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil mengatur hal tersebut.

Tidak hanya perjalanan karirnya, pada acara yang dipandu dengan apik oleh Ketua PII Learning Center Wahyu Saidi dan Ketua Dewan Pengawas BLU PPDPP Lana Winayanti ini, Himawan Arief Sugoto juga menjelaskan ‘strategic goal’ Kementerian ATR/BPN tahun 2025. Tujuh ‘strategic goal’ itu adalah 1) Terwujudnya keadilan pertanahan; 2) Mendaftarkan bidang-bidang tanah di seluruh Indonesia; 3) Penataan ruang berbasis RDTR untuk mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan yang mendorong pertumbuhan ekonomi; 4) Meningkatkan standar kompetensi SDM menuju birokrasi berstandar dunia; 5) Mewujudkan Kantor Layanan Modern yang memberikan produk, layanan dan pusat informasi pertanahan dan tata ruang secara elektronik berbasis teknologi informasi; 6) Mengoptimalkan layanan informasi pertanahan dan tata ruang sebagai basis penerimaan negara dalam rangka ‘self financing’ ; dan 7) Mewujudkan kepastian hukum hak atas tanah dengan memberlakukan sistem pendaftaran tanah stelsel positif.

“Dalam rangka visi 2025 kita mencoba setting 7 (tujuh) program, kita ingin mewujudkan keadilan pertanahan. Sekarang ini ketimpangan rasio pertanahan antara korporasi dan perorangan masih agak jauh. Kita akan berusaha dengan program Reforma Agraria,” ujarnya.

Tahun 2020 yang merupakan peningkatan kualitas PTSL adalah upaya Kementerian ATR/BPN untuk bertransformasi lebih maju dan lebih baik yakni dengan ‘tagline’ yang baru ialah Melayani, Profesional dan Terpercaya.

“Kami sebagai pelayanan masyarakat selalu siap, karena kita Melayani, Profesional dan Terpercaya. Kenapa kita sebut, saya selalu berusaha jika ada pelayanan terlambat, saya ‘forward’ jangan sampai Kakannya tidak merespon. Kita juga terus membangun profesionalisme dalam benak ‘mindset’ dan semua produk kebijakan kita semakin terpercaya,” ujar Himawan Arief Sugoto.

Didepan 368 peserta yang hadir, Himawan Arief Sugoto berterima kasih karena diundang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut.

“Terima kasih, sebuah kehormatan yang telah berpartisipasi kepada semua peserta. Intinya kita berharap, bekerja dengan antusias jangan membuat pekerjaan itu menjadi beban, kita kerjakan dengan semangat dan kerjakan dengan baik,” tuturnya.(ams)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here