Rekaman Misterius Yang Menggetarkan Aceh Itu, Siapa Pemiliknya ?

0
3763
Foto : Safdar.S, Penulis opini di beritamerdekaonline.com

ACEH SELATAN, Beritamerdekaonline.com – Sore Sabtu (7/6) Messenger Facebook saya “berketing”, sebuah pesan singkat berisi rekaman dikirim oleh seorang sahabat yang sedang merantau di negara jiran Malaysia. Penasaran saya membukanya, dalam rekaman tersebut sebuah pesan disampaikan oleh seorang pria dalam bahasa Aceh disampaikan kepada seseorang untuk diteruskan kepada semua masyarakat Aceh.

Nada bicara serius, teratur layaknya menyampaikan pesan penting disaat yang genting, dari kata-katanya jelas dia bingung kepada siapa harus disampaikan pesan tersebut agar diketahui seluruh masyarakat Aceh, sebab dirinya juga sedang di Malaysia.

Dalam pesan tersebut, ia mengajak masyarakat Aceh untuk menolak opsi Rapidtest massal yang akan dilakukan pemerintah Aceh secara gratis, yang menurutnya dibuat pemerintah pusat atas perintah Presiden Joko Widodo, tak luput ia menyertai tuduhan terhadap kepala negara yang tak elok jika turut saya tuliskan disini.

Masih dalam pesan tersebut, pria misterius ini menuding program Rapidtest massal gratis itu hanya  untuk membuat Aceh menjadi zona merah, pasalnya alat Rapidtest sudah dijangkiti virus Corona oleh pemerintah Indonesia, seperti yang berlaku di Italia, saya mulai mencium aroma halusinasi dari pria yang masih misteri ini.

Usai rekaman saya dengarkan maka kepada kawan ini saya bertanya, siapa yang mengirimnya? Ia menjawab rekaman tersebut dikirim di dalam grup di Malaysia.

Tak lama berselang seseorang kawan lainnya di pedalaman Aceh Selatan juga mengirimkan pesan yang sama, dan bertanya, apakah benar ini tujuan dilakukannya Rapidtest gratis, sepertinya ada masyarakat yang mulai terperdaya.

Seperti kita fahami bersama, hampir semua rakyat Indonesia latah ketika mendapatkan suatu informasi, tak terkecuali masyarakat Aceh, sejurus kemudian baru sadar jika itu sebuah propaganda, hasutan atau hoaks yang saat ini kerap melintasi jagad maya.

Terkait pesan berantai yang kemudian saya temui lagi di dalam grup WhatsApp dengan rekaman yang sama, berbagai asumsi terbangun di benak masyarakat kita, lalu apakah kita sudah mempertanyakan pada diri sendiri kapasitas pemilik suara dalam rekaman tersebut, praktisi kesehatan kesehatankah dia, atau petugas laboratorium atau juga seorang pengamat kesehatan yang terverifikasi dan memiliki akses khusus ?

Bukankah jika yang disampaikan oleh pria misterius yang antah-berantah lokasinya itu dianggap benar, maka sama halnya kita tidak mempercayai kemampuan para tenaga medis Indonesia, mulai dari dokter umum, para spesialis bahkan para ahli dibidang kesehatan yang ada di Indonesia ?

Saya menilai, penyampaian yang disampaikan oleh pemilik suara dalam rekaman tersebut juga mengandung unsur kebencian terhadap Pemerintah (Presiden RI) sehingga jika ada yang laporkan dapat dijerat dengan UU ITE, sementara bagi yang mentransmisikan atau membagikan ulang rekaman tersebut juga dapat dianggap telah ikut menyebarkan berita yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya alias hoaks.

Italia itu negara maju dengan teknologi yang jauh lebih baik, mungkin gampang saja untuk membodohi seseorang namun untuk membodohi sebuah negara rasanya tidak semudah itu apalagi itu negara maju terlebih dibidang kesehatannya yang mumpuni.

Rapid test juga memiliki akurasi 20-25% dan apabila terdapat virus selain Corona (virus influenza juga akan menimbulkan hasil yang reaktif) jadi perlu dipahami lagi bahwa rapid test bukan alat untuk menyatakan seseorang positif atau Negatif Covid 19, melainkan hanya untuk mendeteksi gejala saja.. untuk lebih detil mungkin bisa ditanyakan kepada ahli kesehatan.

Saya berpendapat sepertinya pemilik suara rekaman tersebut adalah seseorang yang sudah didoktrin (gampang dibohongi) dan dapat dinilai dirinya tidak memiliki ilmu di bidang kesehatan.

Adabaiknya bagi masyarakat yang sudah terlanjur dikirimi rekaman tersebut jangan dishare lagi, kasian saudara kita yang tidak paham akan terpengaruh oleh propaganda murahan seperti itu.

Saya menyimpulkan isi rekaman tersebut cendrung memprovokasi dan tidak dibuktikan secara ilmiah, bahkan yang bersangakutan tidak paham cara kerja alat Rapidtest yang dipersoalkannya

Jadi stop share berita atau Link yang tidak jelas sumber atau asal usulnya, sebab bisa jadi media untuk memunculkan perang media ( proxy war) oleh pihak yang ingin menciptakan kerusuhan baru di Indonesia. (**)

Penulis : Safdar.S

Alumni : Akper Pemkab Aceh Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here